Moonton Gandeng Pemkot Surabaya Gelar Turnamen Mobile Legends untuk Pelajar
Turnamen ini sendiri merupakan bagian dari Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang Goes To School 2025
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Turnamen Mobile Legends pelajar SD-SMP digelar di Tunjungan Plaza Surabaya, diikuti 84 tim dari Jatim.
- Program MLBB Goes To School sudah menjangkau 328 sekolah, fokus pada pendidikan dan soft skills.
- SDN Kalisari II Surabaya menurunkan dua tim, berlatih rutin seusai jam pelajaran dengan target juara.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelajar SD dan SMP dari berbagai daerah di Jawa Timur bertanding di arena Mobile Legends yang digelar di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Kamis (8/1/2026).
Masih mengenakan seragam masing-masing sekolah, mereka didampingi guru olahraga, pelatih, dan para pembina.
Turnamen ini sendiri merupakan bagian dari Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang Goes To School 2025 yang digelar Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan pengembang gim global, Moonton Games.
Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, mengatakan, inisiatif ini lahir dari respons terhadap tingginya minat gim di kalangan pelajar khususnya di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama.
Baca juga: Cari Atlet Muda E-Sport Berbakat, Pelajar NU di Jombang Adu Gengsi di Mobile Legends
Tujuan dan Konsep Turnamen
Ia menilai, popularitas gim harus dibarengi dengan tanggung jawab moral untuk mengarahkan pemainnya ke jalur yang positif.
“Ketika generasi muda menyukai gim kami, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mengarahkan mereka bermain secara sehat, terstruktur, dan bermakna. Melalui pendampingan yang tepat dan kolaborasi erat dengan dunia pendidikan,” ujar Erina di Tunjungan Plaza Surabaya, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Kabur dari Rumah, Siswi SMK di Kota Batu Ditemukan Bersama Pria Kenalan Dari Game Mobile Legends
Turnamen ini dibangun dari MLBB Teacher Ambassador sebagai fondasi utama sebagai penyelenggaraan kompetisi di tingkat sekolah, pendamping siswa dan memastikan aktivitas e-sport ini tetap berjalan seimbang dan selaras dengan nilai pendidikan.
“Turnamen ini kelanjutan atas inisiatif tersebut, dengan menggabungkan sekolah lintas kota dan menghadirkan wadah kompetisi yang terawasi dan edukatif bagi para siswa untuk belajar dan berkembang,” sebutnya.
Cakupan Program
Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 328 sekolah yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jombang, Kediri, Malang, dan Mojokerto.
Erina menjelaskan, Jawa Timur dipilih sebagai wilayah perintis (pilot project) karena kesiapan infrastruktur pendidikan dan dukungan aktif tenaga pengajar.
Tujuan akhirnya bukan semata mencetak pemain profesional, melainkan menanamkan soft skills seperti kerja sama tim, komunikasi, kepemimpinan, dan berpikir strategis.
“Fokus kami tetap pada pendidikan dan pengembangan karakter. Ini pembelajaran bagi kami untuk mengembangkan program yang lebih terstruktur ke depannya,” ucapnya.
Partisipasi Sekolah
Kompetisi ini diikuti 84 tim, dengan setiap sekolah diperbolehkan mengirim lebih dari satu tim.
Sementara itu, Pembina siswa SDN Kalisari II Surabaya Jatayu, tampak sibuk mendampingi dua tim yang mereka turunkan dalam ajang ini.
Mobile Legends: Bang Bang
pelajar
Pemerintah Kota Surabaya
Tunjungan Plaza
berita Surabaya
TribunJatim.com
Tribun Jatim
| Perlawanan Sengit Karyawati Pabrik di Probolinggo: Tendang Motor Jambret Hingga Jatuh Meski Terluka |
|
|---|
| Modus Gunakan Visa Wisata untuk Bekerja, Imigrasi Surabaya Amankan 3 WNA Asal Tiongkok |
|
|---|
| Dukung Operasional, 55 Koperasi Desa Merah Putih di Tuban Terima Bantuan Mobil Pikap 4x4 |
|
|---|
| Terhalang Zona KKOP di Pakis, Proyek PSEL Malang Raya Resmi Dialihkan ke Bululawang |
|
|---|
| Transformasi Wisata Bromo: Gubernur Jatim Khofifah Ground Breaking Jalur Lingkar Kaldera Tengger |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kompetisi-mobile-legend-pelajar-di-surabaya.jpg)