Panitia Angket DPRD Jember Mintakan Perlindungan Hukum Saksi Kunci PBJ ke LPSK

DPRD Jember mengirimkan permohonan perlindungan hukum untuk Fariz Nurhidayat (FN) kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

SURYA/SRI WAHYUNIK
Fariz Nurhidayat, rekanan proyek revitalisasi Pasar Manggisan setelah diperiksa di Kejari Jember dan akan dibawa ke Lapas Jember, Kamis (23/1/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - DPRD Jember mengirimkan permohonan perlindungan hukum untuk Fariz Nurhidayat (FN) kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Fariz merupakan tersangka perkara dugaan korupsi Pasar Manggisan Kabupaten Jember.

Tetapi permintaan perlindungan hukum kepada LPSK untuk Fariz bukan terkait statusnya sebagai tersangka. Panitia Angket DPRD Jember menilai Fariz merupakan saksi kunci yang mengetahui lika-liku pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Pemkab Jember.

Karena itu, Panitia Angket meminta kepada pimpinan DPRD Jember untuk mengajukan permohonan perlindungan hukum tersebut ke LPSK. Surat permohonan perlindungan hukum itu diserahkan oleh anggota Panitia Angket kepada LPSK di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Jember itu disebutkan, permohonan perlindungan hukum itu juga disampaikan Fariz kepada Panitia Angket DPRD Jember.

Permohonan perlindungan hukum itu untuk menghindari ancaman keselamatan dirinya, intimidasi, juga upaya intervensi, juga antisipasi terhadap serangan fisik.

"Hari ini kami menyerahkan permohonan perlindungan saksi untuk saudara Fariz kepada LPSK. Panitia Angket menilai Fariz ini adalah saksi kunci dalam hal pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Jember," ujar anggota Panitia Angket Agusta Jaka Purwana yang dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (13/2/2020).

Kasus Dugaan Korupsi Revitalisasi Pasar Manggisan Tanggul Jember dengan Pemeriksan Saksi Berlanjut

Hasil Arema FC Vs Persela, Menang 3-1, Singo Edan Melaju ke Semifinal Piala Gubernur Jatim 2020

Respon TKI Tulungagung Antisipasi & Cegah Virus Corona di Hongkong, Cuci Masker Bekas & Dipakai Lagi

Agusta menuturkan, anggota Panitia Angket diterima Wakil Ketua LPSK BrigjenPol (Purn) Achmadi, dan seorang ketua divisi di LPSK. Panitia Angket juga membawa berkas yang dibutuhkan kenapa Fariz dimohonkan untuk mendapatkan perlindungan dari LPSK.

"LPSK akan mengkaji permohonan dan berkas yang kami sampaikan secara lebih detil. Katanya juga selanjutnya akan datang ke Jember untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan aparat penegak hukum yang bersangkutan," imbuh Agusta.

Tetapi Panitia Angket tidak mengetahui kapan LPSK akan menindaklanjuti permohonan Panitia Angket, termasuk kedatangan mereka ke Jember.

"Itu teknis, dan yang mengetahui pihak LPSK," pungkas Agusta.

Pekan lalu, Panitia Angket DPRD Jember meminta keterangan dari dua orang tersangka dugaan korupsi Pasar Manggisan yang ditahan di Lapas Kelas II-A Jember. Panitia Angket meminta keterangan keduanya terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkab Jember.

Satu tersangka yang ditemui, Fariz Nurhidayat, membeber sejumlah hal kepada Panitia Angket. Keterangan Fariz disampaikan setelah dia melakukan sumpah di bawah kitab suci. Setelah mendengar keterangan dari Fariz itulah, Panitia Angket melihat jika Fariz adalah saksi kunci. Karenanya, Panitia Angket meminta supaya Fariz dilindungi, salah satunya memohon perlindungan melalui LPSK.

Selang beberapa hari setelah Panitia Angket menemui Fariz, jaksa Kejari Jember yang menangani dugaan korupsi Pasar Manggisan kembali menetapkan seorang tersangka. Tersangka itu adalah Irawan Sugeng Widodo (Dodik), yang tidak lain mantan bos Fariz.

Keberadaan Dodik dan Fariz di satu lokasi (Lapas) itu juga yang menjadi pertimbangan Panitia Angket untuk memohonkan perlindungan hukum untuk Fariz. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved