5,2 Miliar Populasi Dunia Bisa Terinfeksi Virus Corona, Ini Cara Penularan & Perlambat Penyebarannya
Virus Corona disebut mampu tersebar hingga dua pertiga dari jumlah populasi dunia. Diperkirakan sekitar 5,2 miliar orang bisa terinfeksi virus ini.
Penulis: Ficca Ayu Saraswaty | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM - Wabah virus Corona yang disebut berasal dari Wuhan, China masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat dunia hingga saat ini.
Sudah banyak negara yang terdampak virus Corona, termasuk beberapa negara di Asia Tenggara.
Korban virus Corona yang berpusat di Wuhan, China masih terus bertambah hingga kini.
• Adegan Ciuman Paling Menyentuh, Perawat Virus Corona di China Ini Cium Pacarnya Lewat Pintu Kaca
Wabah virus Corona telah menewaskan 1.019 orang hingga Selasa (11/02/2020).
Sebanyak 43.182 orang telah terinfeksi dan 4.043 orang sembuh.
Sementara untuk update jumlah korban terbaru bisa disimak di akhir artikel.
• Pemandangan Haru Perawat RS Virus Corona Peluk Putrinya dari Kejauhan, Ibu di Sini Melawan Monster
Dikutip dari Kompas.com, menurut data real time yang dihimpun oleh John Hopkins University, jumlah total kasus virus yang dikonfirmasi di seluruh dunia adalah sebanyak 64.441 kasus dengan 6.983 kasus pasien yang sembuh.
Peningkatan jumlah infeksi yang terus terjadi ini membuat para ahli penyakit menular memperingatkan bahwa kondisi tersebut dapat menjadi jauh lebih buruk.
• VIRAL Pemandangan Haru Ayah Menangis Lihat Anak Balitanya yang Terinfeksi Virus Corona Minta Dipeluk
Virus ini disebut mampu tersebar hingga dua pertiga dari jumlah populasi dunia.
Sedangkan jumlah populasi dunia sendiri di tahun 2020 diperkirakan sekitar 7,8 miliar melansir dari laman www.yaleglobal.yale.edu.
Jika dikalkukasi, maka dua pertiga populasi dunia berkaca dari data di atas bisa ditaksir ada sekitar 5,2 miliar orang yang dapat terinfeksi virus Corona.
Mengutip Bloomberg, Penasihat Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Ira Longini mengatakan bahwa ia memperkirakan kemungkinan adanya jumlah infeksi yang lebih banyak dari yang saat ini tercatat.
Karantina yang dilakukan oleh China sebagai upaya untuk mengontrol infeksi virus Corona mungkin dapat memperlambat penyebaran.
• Terkurung 19 Hari karena Virus Corona, Wanita di China Ini Punya Ide Pakai Mobil Remote Controlnya
"Namun, virus bisa saja telah tersebar di China dan di luar China sebelum ia terdeteksi dan menunjukkan gejala," kata Longini.
Model yang digunakan oleh Longini untuk memperkirakan hal ini adalah data yang menunjukkan bahwa setiap orang yang terinfeksi biasanya menularkan penyakit kepada dua hingga tiga orang lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-bentuk-virus-corona.jpg)