Dibayar Rp 2000, Gadis Difabel Jadi Korban Nafsu Bejat Kakek Magetan di Rumah, Aksinya Terbongkar

Kasus pencabulan dilakukan Paing (55) warga Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan dengan korban SW, gadis dengan keterbelakangan mental.

Dibayar Rp 2000, Gadis Difabel Jadi Korban Nafsu Bejat Kakek Magetan di Rumah, Aksinya Terbongkar
TRIBUNJATIM.COM/DONY PRASETYO
Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana, menunjukkan sejumlah barang bukti kasus pencabulan gadis dengan keterbelakangan mental, dengan tersangka Paing (55), petani warga Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Senin (17/2). 

Dibayar Rp 2000, Gadis Difabel Jadi Korban Nafsu Bejat Kakek Magetan di Rumah, Aksinya Terbongkar

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kasus pencabulan dilakukan Paing (55) warga Dusun Klampok RT5/RW2, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan dengan korban SW, gadis dengan keterbelakangan mental atau difabel yang masih tetangganya.

Kasus pencabulan ini terjadi 28 Desember 2019 lalu, namun karena Polisi berhati hati, tidak ingin salah menangkap orang.

Tersangka Paing, pria kelahiran Kediri 1 April 1965 ini baru digelandang Polisi, setelah bukti permulaan dirasa Polisi cukup, medio Februari, Sabtu (15/2) kemarin.

3 Fakta Sri Wahyuni, Wanita Magetan Korban Kecelakaan di Batam, Baru Lulus Kuliah dan Akan Menikah

Postingan Terakhir Wanita Magetan yang Meninggal H-5 Menikah, Videonya Syahdu, Sampai Tutup Usia

Keromantisan Terakhir Wanita Magetan Tewas H-5 Jelang Nikah, Ini Fotonya, Momen Tunangan Banjir Doa

"Tersangka tidak melarikan diri, tapi kami sangat berhati hati, tidak ingin salah tangkap, sebelum bukti bukti dan keterangan saksi bisa dirasakan cukup,"kata Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana kepada TribunJatim.com, Senin (17/2).

Menurut Kapolres, kasus dugaan pencabulan itu bermula saat tersangka Paing, akan berangkat ke sawah dan melewati rumah korban SW, gadis yang sudah berusia 26 tahun, namun masih seperti anak usia sekolah dasar.

"Korban ini meski sudah dewasa, namun fisiknya masih seperti anak usia sekolah dasar. Maka kasus ini tidak kami kenai pasal perlindungan anak. Karena nyatanya, usia korban sudah dewasa,"ujar Kapolres Festo.

Saat itu, lanjut Festo, karema melihat gadis dengan keterbelakang mental itu di rumah sendiri, tersangka kemudian kembali dan langsung menanyai korban, untuk memastikan rumah korban benar benar sepi.

"Setelah yakin korban di rumah sendiri, tersangka ini kemudian mendekati dan memberi uang Rp 2000 dan menanyakan apa kemaluan korban apa sudah ditumbuhi bulu. Karuan korban yang ditanya itu menjawab, sambil menunjukan kepada tersangka,"ujar Kapolres Festo.

Melihat itu, lanjut AKBP Festo, tersangka kemudian memasukkan tangan kirinya ke celana korban. Namun belum puas korban memainkan tangannya, adik korban Siti Umi Saroh mengetahui dan menarik tangan kakaknya yang lagi digarap tersangka.

"Setelah korban ditarik tanganya oleh adiknya agar menjauh dari tersangka. Kemudian tersangka berpamitan pulang ke rumahnya,"kata Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana.

Akibat perbuatanya itu, Paing (55) duda yang sudah ditinggal mati istrinya setahun lalu ini dijerat dengan pasal 290 ayat 1e, diancam hukuman selama lamanya tujuh tahun penjara, dan pasal 281 tentang perbuatan merusak kesopanan dengan ancanan pidana penjara selama lamanya dua tahun delapan bulan serta denda uang.

"Tersangka ini didesanya dikenal suka jahil, atau bahasa jawanya "gratil". Namun sampai tersangka kami kurung belum ada laporan dari korban lainnya,"tandas Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana.

Penulis : Doni Prasetyo

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved