Film Horor Kajeng Kliwon, Angkat Budaya Bali Lewat Kisah Cinta yang Terusik Makhluk Mistik 'Rangda'
Film horor Kajeng Kliwon angkat budaya dan kearifan lokal Bali lewat kisah cinta yang terusik oleh kehadiran sosok makhluk mistik, Rangda.
Penulis: Mayang Essa | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mayang Essa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wajah perfilman tanah air di tahun 2020 tak lengkap tanpa hadirnya film bergenre horor.
Untuk itu, hadir melengkapi film bioskop Indonesia, ‘Kajeng Kliwon’ yang disutradarai Bambang Drias yang telah mengudara 13 Februari lalu.
Sesuai judulnya, film Kajeng Kliwon berlatar cerita di malam kajeng kliwon yang merupakan salah satu rahinan di Bali.
• Keromantisan Terakhir Wanita Magetan Tewas H-5 Jelang Nikah, Ini Fotonya, Momen Tunangan Banjir Doa
• Diduga Kesal Anaknya Susah Dinasehati, Ibu Di Tulungagung ini Mengajak Anak Minum Racun Serangga
“Fokus cerita pada film Kajeng Kliwon yaitu mengangkat budaya dan kearifan lokal Bali yang belum banyak diketahui masyarakat,” ungkap Bambang Drias selaku Sutradara Film Kajeng Kliwon saat mengunjungi Kantor Harian Surya yang berlokasi di Jalan Rungkut Industri III, Surabaya, Senin (17/2/2020).
Kisah dimulai dengan hadirnya dokter muda asal Bali bernama Agni yang diperankan oleh Amanda Manopo dan kekasihnya Niko yang diperankan oleh Chris Laurent seorang fotografer asal Jakarta.
Pasangan ini, dalam perjalanan cintanya terusik oleh kehadiran sosok makhluk mistik, Rangda.
• Kondisi Ibu & Putrinya Minum Racun Bareng di Tulungagung, Frustrasi Lihat Anak dengan Pria Misterius
• Resmikan Gedung Baru Puskesmas Sepulu, Bupati Bangkalan Wanti-wanti Adil Layani Pasien Umum & BPJS
“Rangda sendiri merupakan salah satu makhluk yang kerap disebut-sebut dalam berbagai mitologi pengleakan Hindu di Bali,” jelasnya.
Mengambil latar di tiga lokasi berbeda di Bali yakni Tabanan, Singaraja dan Ubud.
Bambang mengaku tertantang menggabungkan beragam unsur budaya dalam film yang digarapnya selama 20 hari tersebut.
• Modal Printer & Tinta, Sindikat Pemalsuan Dokumen Kependudukan di Blitar Raup Keuntungan Rp 1 Miliar
• Pelatih Persebaya Surabaya Buka Suara Soal Laga Tanpa Pemain, Minta Skuad Bajul Ijo Fokus
“Film Kajeng Kliwon menggabungkan beragam budaya Bali menjadi satu film diantaranya budaya tari, musik hingga masyarakatnya,” jelasnya.
Film yang menitik beratkan pada budaya Bali, Bambang harus berhati-hati dalam membuat film yang berdurasi 80 menit tersebut.
“Budaya daerah tentu memiliki pakem yang sudah ditentukan, tantangan dalam film ini pasti harus sesuai dengan pakem yang sudan ada dan dipercaya oleh masyarakat di daerah tersebut,” tutupnya.
• Curhat Winda Khair Pasca Jadi Istri Mayor TNI, Keribetan saat Naik Kereta, Hebat Apapun Keadaannya
Dalam kunjungannya, Bambang Drias turut memboyong para cast film Kanjeng Kliwon. Diantaranya Indah Kalalo, Vincent Andrianto, Muthia Datau, Egy Fedly dan Susilo Badar.
Hadirnya film Kajeng Kliwon disambut hangat oleh salah satu pemeran kunci dalam cerita, yaitu Vincent Andrianto.
Pembawa acara bergenre dokumenter wisata ini mengaku film ‘Kajeng Kliwon’ menjadi film pertama yang ia bintangi.
“Ini film pertama yang saya bintangi dan mendapatkan waktu tiga hari bertemu pihak dan kru yang terlihat dalam film sebelum syuting dilakukan,” ungkapnya.
Penulis: Mayang Essa
Editor: Heftys Suud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pemain-film-kajeng-kliwon-ke-harian-surya.jpg)