Dinyatakan Tak Lolos Pencalonan Independen Pilwali Surabaya 2020, M Sholeh-Taufik Ngadu ke Bawaslu

Pasangan Bakal Calon Walikota - Wakil Walikota Surabaya, M Sholeh - Taufik Hidayat akhirnya mendatangi Badan Pengawas Pemilu Surabaya.

TRIBUNJATIM.COM/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Bakal Calon Wali Kota - Wakil Wali Kota Surabaya, M Sholeh mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, Kamis (27/2/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasangan Bakal Calon Wali Kota Surabaya - Wakil Walikota Surabaya, M Sholeh - Taufik Hidayat akhirnya mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, Kamis (27/2/2020).

Kehadirannya tersebut untuk melaporkan putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya yang tak meloloskannya dalam pencalonan perseorangan (independen).

"Kami mengadukan pencoretan pasangan M Sholeh-Taufik Hidayat yang semalam dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU," kata M Sholeh pada awal penjelasannya di Bawaslu Surabaya (Kamis (27/2/2020).

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini menyoal beberapa hal yang menjadi dasar keputusan KPU.

Pertama, KPU dianggap berdalih bahwa jumlah syarat dukungan KTP yang diunggah ke Sistem Informasi Pencalonan (Silon) oleh pasangan M Sholeh-Taufik Hidayat tak memenuhi persyaratan.

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Agen Travel Malang Minta Calon Jamaah Umrah Tetap Tenang

Selesaikan Penghitungan Syarat Dukungan Calon Perseorangan, KPU Surabaya: M Sholeh-Taufik Tak Lolos

BREAKING NEWS: Polda Jatim Sebut 6 Artis Diduga Terlibat Kasus Pembobolan Kartu Kredit

Bakal Calon Wali Kota - Wakil Wali Kota Surabaya, M Sholeh mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, Kamis (27/2/2020).
Bakal Calon Wali Kota - Wakil Wali Kota Surabaya, M Sholeh mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, Kamis (27/2/2020). (TRIBUNJATIM.COM/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY)

Nama Boy William & Gisel Dicatut Kasus Pembobolan Kartu Kredit, Berikut Identitas 3 Pengusaha Travel

Modus Kasus Pembobolan Kartu Kredit Berkedok Agen Travel, Boy William hingga Gisel Jadi Pemikat

Gisel & Jedar Masuk Pusaran Kasus Pembobolan Kartu Kredit, Tarif Endorse Boy William Rp 75 Juta

Dari yang seharusnya dilengkapi sebanyak 138.565 KTP, M Sholeh-Taufik Hidayat hanya mengunggah sekitar 96 ribu dukungan saja.

Namun dari 96 ribu yang terunggah di silon, ternyata yang memenuhi syarat hanya 86.404 dukungan.

Kedua, Sholeh juga mempersoalkan penjelasan KPU yang disebut hanya menerima sekitar 140 ribu dukungan saja dari pihaknya.

"Kami sebenarnya menyerahkan KTP dan surat keterangan mencapai 193 kardus. Rata-rata di tiap kardus sekitar seribu dukungan," katanya.

Namun setelah dicek oleh KPU, kami hanya menyerahkan 140.384 dukungan.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved