Pemenang Cerpen Terbaik Kompas 2017 Muna Masyari Bagi Tips Menulis, Pilih Tema 'yang Dekat'

Tip menulis cerpen dari Pemenang Cerpen Terbaik Kompas 2017 Muna Masyari. Mulai pahami unsur cerpen sampai pilih tema yang dekat.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN
Pemenang Cerpen Terbaik Kompas 2017, Muna Masyari saat berbagi tips mudah menulis cerpen kepada siswa MAN 2 Pamekasan, Madura, Kamis (5/3/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Cerpen merupakan salah satu karya tulis berbentuk prosa yang sering dibaca hingga saat ini.

Cerpen umumnya muncul sebagai bacaan di surat kabar, media daring, kumpulan cerpen, dan media lainnya.

Siapapun bisa menulis cerpen yang dapat menarik dan menghibur pembaca.

Bagi yang sudah mahir dalam tulis menulis cerpen, membuat cerpen tentu merupakan hal yang mudah.

VIDEO Tiara Idol Duet dengan Wagub Jatim Emil Dardak, Serasi Bawakan Lagu A Whole New World

Di Balik Video Baru Syahrini, ‘Kebohongan’ Soal Adegan Mesra dengan Reino, Sikapnya Tuai Komentar

Namun, bagi para pemula yang ingin memulai menciptakan sebuah cerpen, perlu usaha tersendiri agar cerpen dapat menarik dan menghibur pembaca.

Berikut tips menulis cerpen yang mudah bagi pemula ala Pemenang Cerpen Terbaik Kompas 2017, Muna Masyari.

Muna mengatakan, cerpen merupakan kependekan dari cerita pendek.

Karya tulis ini, kata dia, isinya cenderung singkat.

Cerita SBY Sering Disadap Saat Jadi Presiden, Tak Pernah Telepon Lebih 3 Menit & Tahu Sosok Pelaku

Opening Ceremony Liga Askot Surabaya 2020 Bakal Digelar di Stadion Kodam V/Brawijaya, Ada Laga 4 Tim

"Dibanding tulisan-tulisan lainnya yang lebih panjang seperti novel, cerpen cenderung lebih padat dan langsung pada tujuan," kata Muna kepada TribunMadura.com, Kamis (5/3/2020).

Muna juga mengutarakan, cerpen dibatasi panjang penulisannya.

Kata dia, jika merujuk pada definisi klasik, karya cerpen harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk.

Sementara definisi lainnya juga ada menyebutkan panjang cerpen tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak kurang dari 1000 kata.

Konsumen Berburu Tiket KA Arus Mudik Lebaran, KA Kahuripan Relasi Bandung-Blitar Ludes Terjual

"Ada pula yang menyebutkan panjang cerpen paling tidak mencapai 10.000 kata," tambahya.

Selain itu, Muna menjelaskan, sebelum mulai menulis cerpen hal yang dahulu dilakukan yakni memahami unsur-unsur utama dari cerpen.

Menurut dia, cerpen memiliki dua unsur dalam penulisannya, unsur tersebut yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.

"Kedua unsur ini tak boleh terlepas satu sama lain," ujarnya.

Muna melanjutkan, unsur intrinsik merupakan unsur pembentuk cerpen.

Menurutnya, unsur intrinsik sangat penting dalam sebuah cerpen karena menentukan pembentukan cerpen itu sendiri.

"Unsur intrinsik terdiri dari tema, alur, latar, perwatakan, tokoh, dan nilai," paparnya.

Sementara unsur ekstrinsik merupakan unsur yang berada diluar penulisan cerpen namun memiliki pengaruh pada cerpen itu sendiri.

Unsur ekstrinsik dapat berupa latar belakang penullis dan situasi atau kondisi saat cerpen tersebut ditulis.

"Cara membuat cerpen selanjutnya adalah menentukan tema. Tema adalah ide pokok sebuah cerita. Tema merupakan sumber pada cerita yang akan kamu tulis. Untuk menulis sebuah cerpen pastinya kamu harus memiliki ide atau tema khusus," urainya.

Muna menyarankan, bagi pemula, hendaknya menulis sesuai tema yang disukai atau tema yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dia mencotohkan, misalnya jika seorang pelajar, maka dapat mengambil tema kehidupan pelajar.

"Dengan tema-tema yang dekat dengan kita, maka akan dengan mudah mengembangkan jalan cerita itu sendiri," sarannya.

Setelah itu selesai, kata dia, mulai menentukan penokohan dan watak.

Muna menjelaskan, tokoh adalah orang-orang yang terlibat dalam cerita dan banyak mengambil peran dalam cerita tersebut.

Tokoh menurut dia dibagi menjadi 3 karakter yaitu: Tokoh Protagonis: tokoh utama pada cerita, Tokoh Antagonis: tokoh penentang atau lawan dari tokoh utama dan, Tokoh Tritagonis: penengah dari tokoh utama dan tokoh lawan.

"Selain menentukan tokoh, deskiripskikan pula watak tokoh dalam sebuah penjelasan. Perwatakan ini dapat disampaikan melalui dialog, penjelasan narasi, atau penggambaran fisik tokoh tersebut," ungkapnya.

"Dalam tahap ini juga harus menentukan konflik yang ingin dibangun. Konfliklah yang akan membuat cerita kita hidup. Dari setiap konflik pasti ada sebuah penyelesaian, maka tentukan juga penyelesaian dari konflik yang kita buat," tambahnya.

Bila tokoh sudah dibentuk, hal yang selanjutnya dilakukan dikatakan Muna yakni mulai menulis.

Dia menyarankan, usahakan cerpen yang ditulis sesuai alur yang dipilih dan tahapan-tahapan yang sudah ada.

Masukkan pula unsur-unsur intrinsik cerpen seperti penokohan, watak, dan latar cerita.

"Kembangkan cerita dari tema yang telah ditentukan sebelumnya," pintanya.

"Jangan lupa untuk memberi judul yang menarik. Upayakan membuat judul yang dapat memicu ketertarikan dan memantik keingintahuan pembaca untuk menyelesakan membaca cerpenmu," sarannya.

Setelah selesai menulis cerpen, kata Muna, cara membuat cerpen yang terakhir adalah membaca ulang cerpen yang sudah ditus.

Dengan begitu, kata dia akan mengetahui letak kesalahan yang ada.

Baik itu kesalahan penulisan atau kesalahan lain.

Penulis: Kuswanto Ferdian

Editor: Heftys Suud 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved