Breaking News

Terima Aset Eks Migas, Bupati Sampang Siapkan Taman Edukasi Terpadu

Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura resmi menerima hibah aset Barang Milik Negara (BMN) sektor hulu minyak dan gas bumi dari pemerintah

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
SERAH TERIMA : Bupati Sampang Slamet Junaidi menerima hibah aset Barang Milik Negara (BMN) sektor hulu minyak dan gas bumi dari pemerintah pusat. Penyerahan tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah dan berita acara serah terima yang berlangsung di Aula Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Jakarta, Senin (27/4/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Sampang menerima hibah aset eks migas berupa tanah dari pemerintah pusat.
  • Aset berasal dari eks KKKS SPE Petroleum Ltd dan kini menjadi milik daerah untuk kepentingan publik.
  • Lahan akan dikembangkan menjadi kawasan taman edukasi berbasis integrated farming

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura resmi menerima hibah aset Barang Milik Negara (BMN) sektor hulu minyak dan gas bumi dari pemerintah pusat. 

Penyerahan tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah dan berita acara serah terima yang berlangsung di Aula Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Jakarta, Senin (27/4/2026).

Hibah yang diterima berupa aset tanah eks milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SPE Petroleum Ltd, yang kini beralih menjadi aset daerah dan siap dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Bupati Sampang, Slamet Junaidi, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sampang.

"Ini merupakan bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat kepada daerah. Kami berkomitmen untuk mengelola aset ini secara optimal dan bertanggung jawab," ujarnya.

Dalam agenda tersebut, Bupati turut didampingi sejumlah pejabat strategis, di antaranya Kepala Bappelitbangda, Kepala BPPKAD, Plt Kepala DPUPR, serta Plt Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang.

Baca juga: 19 Rumah Tidak Layak Huni di Sampang Diperbaiki, Tiap Unit Dapat Rp30 Juta

Lebih lanjut, Slamet Junaidi mengungkapkan bahwa aset tanah tersebut berada di Desa Gunung Eleh dan Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung. 

Ke depan, lahan itu akan dikembangkan menjadi kawasan taman edukasi berbasis integrated farming.

"Konsep ini kami siapkan sebagai ruang pembelajaran terpadu, tidak hanya untuk sektor pertanian, tetapi juga mendukung pengembangan pendidikan dan kesehatan masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi pusat edukasi berbasis praktik sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

"Kami berharap kolaborasi ini terus terjalin, sehingga mampu memperkuat kapasitas daerah dan mempercepat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved