Mengenal Teknik Dasar Seni Lettering, Bisa Jadi Terapi, Latih Kesabaran hingga Mengendalikan Diri
Seni menggambar huruf atau lettering sedang banyak digandrungi akhir-akhir ini. Rupanya, seni ini bisa dijadikan sebagai terapi.
Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Lutfhi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seni menggambar huruf atau lettering sedang banyak digandrungi akhir-akhir ini.
Seni yang tercipta dari menggambar tulisan tangan dengan teknik tertentu ini memiliki nilai keindahan sendiri.
Bahkan, seni menggambar tulisan atau lettering ini tak jarang dijadikan metode terapi oleh sebagian kalangan.
• 43 Hari Sembunyi di Pasar Huanan Wuhan, 1 Keluarga Selamat dari Virus Corona, Hanya Pakai Masker
Bany Sabrina, Lettering Artist asal Kota Surabaya mengatakan, dalam menggambat tulisan pada teknik lettering dibutuhkan ketelatenan.
"Membuat lettering harus sabar. Pembuatnya harus telaten juga karena lettering berbeda dengan tulisan biasa yang bisa cepat jadi dalam sekali gores," kata Bany Sabrina saat ditemui di acara Workshop Lettering memperingati 25 tahun hari jadi Shangri-La Hotel Surabaya, Jumat (13/3/2020).
Untuk membuat lettering, perempuan yang akrab disapa Bany tersebut menjelaskan butuh konsistensi di samping kesabaran.
• Siapa Sosok Gadis Indigo yang Selamatkan Nyawa Wali Kota Risma dari Bahaya? Terjadi Saat Magrib
• Abash Capek Ditanya Identitas Aslinya Wanita, Catut Kekasih: Lihat Lucinta Luna Bentuknya Bagaimana?
Karena, membuat seni menggambar huruf atau lettering bisa menghabiskan waktu lebih lama dibanding sekadar menulis indah menggambar biasa.
"Dengan mengikuti langkah demi langkah, lettering ini bisa menghasilkan seni yang luar biasa. Tapi ya itu, prosesnya tidak singkat," ungkap Bany.
Lettering, menurut Bany berbeda dengan seni kaligrafi, meskipun keduanya sama-sama menulis indah.
• Mengenal Hand Lettering, Media Berekspresi Penghilang Beban Pikiran hingga Punya Nilai Jual
Menurutnya, kaligrafi cenderung membuat tulisan indah saja, namun lettering membutuhkan keahlian dan kerajinan tangan yang lebih.
Bany menjelaskan, lettering yang dibuat dengan kesabaran bisa menjadi terapi tersendiri bagi sebagian kalangan.
Ia mencontohkan seorang lettering artist asal Jakarta yang menerapkan terapi seni lettering tersebut.
• Gaya Menawan Bella Saphira Nyonya Komisaris Utama PT Antam Pakai Baju Adat Batak Lengkap Aksesoris
"Ada lettering artist dari Jakarta yang ia menekuni lettering sebagai sebuah terapi. Dulunya ia sering gugup dan sering gemetaran, setelah menerapkan lettering ini bisa sembuh," jelas Bany.
Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi lantaran lettering yang menghasilkan tulisan unik dan khas tersebut dibuat dengan mengedepankan kesabaran.
Pembuatnya harus telaten dan konsisten untuk menerapkan langkah demi langkah.
"Hal ini juga menstimulasi dirinya sendiri untuk bisa mengontrol dan mengendalikan diri secara perlahan. Ia juga bisa menguasai diri dengan lebih baik," kata Bany.

Teknik Dasar Lettering
Menurut Bany, untuk membuat lettering, harus mempelajari dan menguasai teknik dasarnya terlebih dahulu.
Teknik dasar lettering tersebut adalah upstroke dan downstroke.
Upstroke, lanjutnya, adalah teknik menggoreskan tinta atau cat atau pewarna dari atas ke bawah.
• Contek Gaya Top Mesh Organza Motif Polkadot ala Stylish Chelshea Flo, Rekomendasi Buat Outfit Pesta
Pada teknik ini goresan yang dihasilkan akan cenderung tipis, karena brush tidak terlalu ditekan.
Sedangkan downstroke, ia menjelaskan, menghasilkan goresan yang lebih tebal dan kuat.
"Karena downstroke ini berarti menggoreskan brush dari atas ke bawah dengan menakan brush menghasilakn ketebalan lebih kuat. Jadi hasilnya akan tebal," jelas Bany.

Setelah mempelajari upstrok dan downstroke, pembuat lettering harus menguasai pola huruf dan angka.
Pola tersebut merupakan anatomi dari masing-masing huruf atau angka, dimana setiap huruf memiliki anatomi berbeda.
"Jadi huruf dan angka itu kan punya anatomi. Mereka tersusun dari gabungan pola atau anatoni itu tadi. Nah itu yang harus dipelajari. Jadi nanti tau kapan harus menggores upstroke kapan downstroke," papar Bany.

Setelah mengetahui teknik dasar tersebut, untuk membuat lettering juga harus memperhatikan jarak antar huruf dan kata.
"Tebal tipis setiap huruf dan jaraknya harus diperhatikan. Ini penting, karena butuh konsistensi tinggi. Kalau tidak hasilnya malah berantakan," kata Bany.
Farida, peserta workshop asal Surabaya mengatakan menggambar huruf menggunakan lettering sangat menyenangkan.
Ia mengaku kemampuan bersabar dan kehati-hatiannya terasah ketika membuat deretan huruf yang jaraknya berdekatan, namun harus senada.
"Ini tadi membuat ucapan hari jadi Shangri-La Hotel Surabaya pakai teknik lettering. Lumayan sulit karena jarang mencoba. Tapi menyenangkan. Baru tau juga kalau setiap huruf ada anatominya masing-masing," pungkasnya.
Penulis: Melia Lutfhi Husnika
Editor: Arie Noer Rachmawati