Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Antisipasi Virus Corona di Madura

Dokter Spesialis Paru RSUD Sumenep Paparkan 5 Tahapan Pasien Virus Corona, PDP Merupakan Tahap 3

Dokter Spesialis Paru RSUD dr H Moh Anwar Sumenep, dr Andre Dwi Wahyudi paparkan lima tahap pasien virus Corona. PDP merupakan tahap ke tiga.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Hefty Suud
Freepik
(ILUSTRASI) Curhatan Pasien 01 yang Sembuh dari Virus Corona Selama Sepekan Jalani Isolasi, Beri 1 Imbauan 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Ternyata wabah virus Corona atau Covid-19 yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, ini tidak hanya bisa menular antar manusia, namun juga dapat ditularkan melalui kelelawar.

Hal itu disampaikan Dokter Spesialis Paru RSUD dr H Moh Anwar Sumenep, ialah dr Andre Dwi Wahyudi.

Menurutnya, virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia yang umumnya berasal dari hewan atau kelelawar.

Pinkan Mambo Dulu Terkenal Jadi Penyanyi, Kini Tukang Cuci Baju & Urus 7 Anak: Daripada Aku Nganggur

Perubahan Drastis Bule Cantik Setelah Nikahi Pria Muntilan di 2018, Foto Barunya Manglingi: Thanks

"Corona virus itu sebenarnya virusnya tidak ada di manusia, akan tetapi normalnya ada di hewan," kata dr Andre Dwi Wahyudi dalam press conference di Aula RSUD dr H Moh Anwar Sumenep pada hari Selasa (17/3/2020).

Covid-19 atau virus Corona itu umumnya kata dr Andre Dwi Wahyudi, yakni ada di kelelawar atau mamalia.

"Karena dia ini bermutasi, makanya dia bisa menginveksi manusia. Pada yang sekarang ini berbeda, dia bisa hidup di manusia dan bisa menularkan dari manusia ke manusia. Jadi awalnya dari hewan ke manusia," jelasnya.

Selingkuh dengan Wanita Simpanan, Pria Ini Positif Corona di Italia, Bohong ke Istri Urusan Bisnis

Hanya Mengisolasi Diri Sendiri, Dokter Mengaku Sembuh dari Virus Corona, Gejala Hari 1 dan 6 Berbeda

Dari semua itu katanya, untuk menyamakan persepsi dalam menyebut virus tersebut. Spesialis paru ini menceritakan jika di 2019 lalu virus ini disebut nCoV.

"Dan sekarang ini tidak dipakai, kita memakainya SARS-CoV 2. Jadi biar kita sama - sama update, kita memakainya SARS-CoV 2," katanya.

Untuk yang virusnya pada 2019 lalu, disebut nCoV Diease dan yang sekarang Covid-19.

Napi Lamongan Kendalikan Peredaran Sabu di Dalam Lapas, Modusnya Pakai Pembalut dan Bola Tenis

"Kita bilangnya Covid-19, kita sudah sepakat se dunia. Bahwa istilah itu harus satu kata dalam artian menyebut penderita," katanya.

dr Andre Dwi Wahyudi mengatakan, bagi tahapan pasien ini dibagi lima tahapan diantaranya yang pertama orang sehat dengan faktor resiko.

Pihaknya mencontohkan, misalkan ada orang datang dari Jakarta ke Sumenep seminggu yang lalu dan orang tersebut tidak batuk, tidak pilek dan tidak demam tapi dari Jakarta dengan daerah yang sekarang terpapar virus corona.

"Tetap kita bilang orang itu sehat, tapi dengan faktor resiko," katanya.

Untuk yang kedua katanya, disebut Orang Dalam Pemantauan (ODP).

ODP ini artinya orang dengan keluhan batuk, pilek, nyeri tenggorokan, suara serak, demam, tapi belum sesak dari foto rontgen (ronsen) masih bersih dalam artian tidak ada gambaran pneumonia pada paru - paru.

"Jadi kita menyebutnya ODP," katanya.

Untuk yang ke tiga katanya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP). PDP ini gejalanya sama dengan pasien ODP tapi dibuktikan hasil dari foto ronsen dan foto ronsennya ada gambaran keradangan paru - paru.

"Ini masuk dalam kategori ke tiga, yakni PDP," katanya.

Untuk ke empat ini katanya, pasien yang probable, artinya pasien dengan gejalanya seperti tadi yang sudah dijelaskan dengan pasien PDP dan sudah dilakukan pemerisaan swep tenggorokan diperikaa hasilnya positif dan ini bukan Covid-19, tapi corona - corona yang lain.

"Jadi corona ini ada familinya dan khusus yang saat ini namanya Covid-19," katanya.

Untuk yang ke lima katanya, masuk dalam kasus terkonfirmasi. Kasus dimaksud yang saat ini, yaitu Covid-19.

"Dalam artian dia memang positif, memang Covid-19," terangnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana

Editor: Heftys Suud 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved