Antisipasi Virus Corona di Jatim

Dinkes: Perlu Social Distancing, Ada 1 PDP dan 16 ODP Covid-19 di Kota Mojokerto

Kesehatan Kota Mojokerto melakukan pemantauan terhadap seorang remaja laki-laki berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona atau COVID-19

TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memimpin langsung razia gabungan di sejumlah hotel dan kamar kos yang seringkali disalahgunakan sebagai tempat mesum. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kesehatan Kota Mojokerto melakukan pemantauan terhadap seorang remaja laki-laki berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona atau COVID-19 yang dirawat di salah satu rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Christiana Indah Wahyu menjelaskan tim medis telah menaikan status yang bersangkutan dari Orang Dalam Pengawasan (ODP) menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Remaja laki-laki yang merupakan PDP tersebut adalah warga Kota Mojokerto.

"Sekarang yang bersangkutan sudah diisolasi, tidak hanya Covid-19 semuanya penyakit yang menular masuk ke rumah sakit harus ada ruangan isolasi," ujarnya saa ditemui di Kantor Dinkes Kota Mojokerto, Rabu (18/3/2020).

Ia mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir ketika dinyatakan sebagai PDP. Mereka perlu memahami terkait adanya PDP ini memang kondisi kesehatannya harus diperiksa dan dirawat di rumah sakit. Dukungan keluarga sangat diperlukan untuk pasien PDP tersebut.

"Masyarakat yang bukan pasien ataupun keluarganya jangan panik fokus menjaganya dan meningkatkan imunitas tubuh dan mentaati SOP penanganan terkait Covid-19," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Mbak You Beber Penerawangan soal Virus Corona, Sedih Ditanya Waktu Berakhir: Semoga Ada Keajaiban

Beda Pendapat Gatot & Aa Gym Soal Fatwa MUI Soal Salat Jamaah saat Virus Corona: Ada yang Keliru?

MUI Jelaskan Aturan Salat Jumat di Tengah Wabah Virus Corona, Terdapat 9 Poin Penting

Masih kata Indah, pasien PDP ini belum tentu positif Covid-19 jadi berpeluang untuk sembuh. Mulanya, pasien ini merasakan gejala batuk usai pulang dari Jawa Barat sekitar enam hari yang lalu.

Katanya, pasien PDP ketika pulang yang bersangkutan mengeluh batuk dan badan lemas tidak demam. Sesuai SOP gejala Covid-19 progress setelah masuk perawatan maka tim klinis medis yang menentukannya apakah masuk pasien dirujuk atau PDP.

"Kondisi kesehatan yang bersangkutan relatif stabil," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Untuk diketahui, ada 37 yang masuk Daftar Orang Beresiko (ODR) Covid-19 setelah mereka pulang dari luar Negeri yakni dari Malaysia, Singapore dan Thailand. Semuanya dilakukan pengawasan selama 14 hari Sesuai prosedur penanganan Covid-19.

"Hasilnya dari 37 ODR tersebut 21 dinyatakan sehat dan sisanya berjumlah 16 dalam kondisi ODP masih dalam pengawasan kurang dua hari lagi," ucap Indah.

Ditambahkannya, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak panik dan bekerjasama mendukung program pemerintah tentang percepatan penangangan Corona Virus Disease (Covid 19). (Doni/Tribunjatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved