Aksi Nekat Trio Pria Magetan Sasar Motor Matic di Pematang Sawah, Lihat Nasibnya di Kantor Polisi

Pelaku mengaku spesialis menyasar kendaraan bermotor yang diparkir di pematang sawah dan teras rumah.

TRiBUNJATIM.COM/DONI PRASETYO
Kapolres Magetan Festo Ari Permana interogasi trio pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan di wilayah Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. 

Aksi Nekat Trio Pria Magetan Sasar Motor Matic di Pematang Sawah, Lihat Nasibnya di Kantor Polisi

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Trio pelaku pencurian kendaraan bernotor (curanmor) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Maospati Magetan selain pinter berbagi tugas.

Pelaku mengaku spesialis menyasar kendaraan bermotor yang diparkir di pematang sawah dan teras rumah.

"Trio pelaku curanmor ini berhasil membawa lari belasan kendaraan bermotor, mayoritas matik model terbaru,"kata Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana didampingi Kasat Reserse Polres Magetan AKP RW Raja Pratama, Selasa (24/3).

Asyik Selfie, 3 Gadis Magetan Tiba-tiba Diseruduk Mini Bus di Sarangan, Lihat Kondisinya Kini

Potret Beda SMK di Magetan saat UNBK di Tengah Wabah Corona, Siswa Maskeran hingga Wajib Cuci Tangan

Keluarga Pasien Covid-19 Meninggal di Solo Ternyata Warga Magetan, Istri & Anaknya Kini Diisolasi

Menurut Kapolres, trio curanmor yang beroperasi tidak jauh dari tempat tinggalnya ini berbagi tugas, dalam setiap operasi membawa lari motor korbannya.

"Dua orang sebagai pelaku pencuriannya, dan seorang berperan sebagai penadah atau yang mencari pembeli atau bagian menjual hasil kejahatan. Rata rata dijual ke petani atau warga pelosok,"jelas Kapolres Festo.

Kedua pelaku curanmor, lanjut Kapolres Festo, yaitu tersangka Eko Wahyudi alias Kodok (28) warga Desa Ngumpul, Kecamatan Barat, Magetan dan Susilo alias Kondang ini bertugas mencari sasaran dan mengembatnya dan di sembunyikan ke rumah tersangka ketiga, yakni Muhsin (45) warga Lingkungan/Kelurahan Mangge Kecamatan Barat, Magetan.

"Pengakuan kedua tersangka, lebih memilih motor motor yang ditinggal pemiliknya dan diparkir di pematang sawah. Saran lainnya teras rumah,"ujar Festo dibenarkan Kasat Reskrim Raja Pratama.

Namun dalam perkara curanmor ini, proses ketiganya dipisah, Muhsin pelaku penadah di sendirikan dengan jeratan pasal 481 KUHP subs 480 KUHP, dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara.

"Muhsin ini membeli motor curian itu secara berulang ulang, makanya kami kenakan pasal 481 KUHP dan subs 480 KUHP. Kecuali itu, tersangka Muhsin selain membeli, motor dari hasil kejahatan, dia juga menerima gadai gelap,"katanya.

Sementara kedua tersangka pelaku curanmor atau pencurian dengan kekerasan, dengan barang bukti sebanyak 13 motor. Curanmor ini diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun.

"Kedua pelaku ini kami kenakan pasal pencurian dengan keerasan (curas). Terungkapnya curanmor ini setelah Kepala Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, melaporkan motornya yang diparkir di teras hilang,"pungkas Kapolres Festo Ari Permana.

Penulis : Doni Prasetyo

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved