Virus Corona di Jawa Timur

Dampak Corona, Tingkat Okunpansi Hotel di Mojokerto Terjun Bebas di Level 10 Persen

Nilai okunpansi atau tingkat keterisian kamar hotel di Kota/ Kabupaten Mojokerto merosot tajam karena disebabkan minimnya pengunjung akibat dampak me

Dampak Corona, Tingkat Okunpansi Hotel di Mojokerto Terjun Bebas di Level 10 Persen
Surya/Rorry Nurmawati
Asyiknya para pengunjung saat menikmati Taman Kelinci di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, saat menghabiskan waktu libur akhir pekan, Minggu (5/11/2017). 

Dampak Corona, Tingkat Okunpansi Hotel di Mojokerto Terjun Bebas di Level 10 Persen

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nilai okunpansi atau tingkat keterisian kamar hotel di Kota/ Kabupaten Mojokerto merosot tajam karena disebabkan minimnya pengunjung akibat dampak merebaknya Virus Corona (Covid-19) di tanah air termasuk sejumlah kota di Jawa Timur.

Ketua Badan Perwakilan Cabang  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Mojokerto, H.Satuin Amd.S.IP, menjelaskan dampak wabah Corona ini sangat luar biasa dirasakan oleh seluruh anggotanya mulai dari pengusaha hotel, tempat karaoke dan pemilik restoran atau rumah makan.

Pendapatan mereka turun drastis lantaran sepi pengunjung dikarenakan pembatasan sosial (Social Distancing) yang diterapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran Virus Corona tersebut.

"Okunpansi hotel mencapai level yang sangat mengkhawatirkan yakni mencapai 10 persen sampai 15 persen akibat dampak merebaknya wabah Covid-19," ujarnya saat dikonfirmasi Surya, Rabu (25/3/2020).

Ia mengatakan pengusaha karaoke yang tergabung sebagai anggota PHRI Mojokerto juga mulai goyah lantaran mereka menutup sementara usahanya semenjak dua pekan lalu.

Termasuk ODR Covid-19, Pria di Kota Kediri Ditolak Masuk Rumah Istrinya, Padahal Sudah Ada di Depan

Wisata Religi Sunan Ampel Ditutup 14 Hari, Tapi Masjid Tetap Dibuka, Protokol Covid-19 Diperketat

Perayaan Hari Raya Nyepi di Lamongan Tanpa Pawai Ogoh-ogoh, Dibakar Tengah Malam Tanpa Keramaian

Apalagi tempat wisata yang dikelola oleh pemerintah juga sudah ditutup imbasnya secara langsung turut dirasakan oleh pengusaha restoran atau tempat makan dan hotel.

"Masyarakat ini kan disuruh diam di rumah saja (Social Distancing) sehingga tingkat keterisian kamar hotel yang biasanya mencapai 65 persen sampai 70 persen dan minggu kemarin sudah menyentuh angka 15 persen," ungkapnya.

Masih kata Satuin, para pengusaha berupaya bertahan semampunya untuk menghadapi dampak jangka pendek maupun jangka panjang akibat merebaknya Virus Corona yang berpotensi memicu ketidakpastian perekonomian.

Pengusaha hotel di Kota/ maupun di daerah Trawas dan Pacet Kabupaten Mojokerto bahkan harus mengambil keputusan akan merumahkan sebagian pekerjanya untuk memangkas biaya operasional.

"Ada beberapa hotel yang sudah izin saya akan merumahkan sebagian karyawannya karena mereka tidak mampu membayar gaji hanya sekedar bertahan pada situasi sulit seperti ini," jelasnya.

Ditambahkannya, sebagian karyawan hotel ini untuk sementara dirumahkan bukan di PHK yang nantinya akan dipekerjakan kembali menunggu kondisi normal.

Ada juga pengusaha hotel yang menerapkan karyawannya masuk kerja secara bergantian dalam tempo waktu satu pekan.

"Kami dalam tahap masih mengusulkan kepada pemerintahan pusat karena para pengusaha mengeluhkan hampir tidak mampu membayar sebagian biaya operasional jadi kami harap ada bantuan semisal ada penundaan seperti pajak, BPJS, biaya listrik dan lainnya," tandasnya. (Mohammad Romadoni/Tribunjatim.com).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved