Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Wabah Virus Corona Mendunia

Kisah Tragis Perawat Italia Bunuh Diri Seusai Positif Corona: Stres Berat & Takut Tulari Orang Lain

Kisah tragis kali ini datang dari seorang perawat di Italia yang nekat bunuh diri usai dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Penulis: Ficca Ayu Saraswaty | Editor: Januar
Instagram.com/@kozhikottukaarofficial
Daniela Trezzi, perawat Italia yang nekat bunuh diri usai dinyatakan positif virus Corona. 

Dilansir dari Warta Kota (grup TribunJatim.com ), jumlah korban meninggal dari pandemi virus Corona terus meningkat tanpa henti di Italia hingga Minggu (22/3/2020).

Italia mengumumkan 651 meninggal dunia pada Minggu (22/3/2020), sehingga totalnya menjadi 5.476.

Jumlah tersebut turun dari angka kematian akibat virus Corona pada Sabtu (21/3/2020), yakni 793 orang meninggal.

Artinya, dalam 2 hari terdapat 1.444 orang Italia meninggal dunia karena virus Corona.

Italia pada Kamis (19/3/2020) menyalip China sebagai negara yang paling parah terkena dampak virus Corona.

Kematian di Italia melonjak 793 orang menjadi 4.825 orang pada Sabtu dan jadi kenaikan harian terbesar sejak penularan virus Corona muncul sebulan lalu.

VIRAL WNA Belanda Dirawat di RSI Aisyiah Malang 9 Hari, Pihak RS Bantah, Imbau Warga Waspada Hoaks

Satu Pasien Positif Covid-19 di Kota Malang Ternyata Memiliki Riwayat Pergi ke Jakarta sebelum Sakit

Guna menekan angka kematian, seperti dilaporkan The Guardian, Italia telah melarang setiap gerakan di dalam negara dan menutup semua bisnis yang tidak penting.

Supermarket, bank, apotek, dan kantor pos adalah di antara bisnis yang masih diizinkan beroperasi dengan aturan baru.

Pada Minggu, orang Italia juga dilarang bergerak melintasi kota-kota selain karena alasan bisnis atau kesehatan yang tidak dapat ditangguhkan, kata Kementerian Kesehatan setempat.

Pasukan polisi di Roma memeriksa dokumen dan mendenda mereka yang berada di luar tanpa alasan yang sah.

Orang-orang yang berbelanja terpaksa menunggu dalam antrean panjang.

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte menyebut, negaranya saat ini menghadapi saat yang paling suram sejak Perang Dunia II.

Semua bisnis dan pabrik yang tidak benar-benar diperlukan, penting, atau sangat diperlukan, akan ditutup hingga 3 April 2020.

"Kami akan memperlambat mesin produktif negara itu."

"Tetapi kami tidak akan menghentikannya," kata Giuseppe Conte, Sabtu malam.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved