Virus Corona di Jawa Timur

3,88 Juta Pekerja di Jatim Terdampak Wabah Virus Corona, Pemprov Sudah Siapkan Dana Rp 264 Miliar

Sebanyak 3,88 tenaga kerja di Jawa Timur terdampak wabah virus Corona atau Covid-19. Gubernur Khofifah telah menyiapkan dana Rp 264 miliar.

Shanghaiist
(ILUSTRASI) Kritisi Pemerintah Soal Corona, Jurnalis China 'Menghilang' Pasca Rekam Kondisi Sebenarnya di Wuhan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan pemetaan identifikasi terhadap masyarakat yang terdampak secara sosial ekonomi akibat adanya wabah virus Corona atau Covid-19.

Dari data yang dipaparkan Wagub Jatim yang juga sebagai Ketua Gugus Sosial Ekonomi Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Emil Dardak mengungkapkan ada 3,88 juta tenaga kerja yang terdampak akibat adanya Covid-19 dari empat sektor.

Di antaranya perdagangan, pengolahan, transportasi, serta akomodasi makanan dan minuman.

UPDATE CORONA di Indonesia Selasa 31 Maret: Kasus Naik Jadi 1.414, Jangkau 31 Provinsi, 75 Sembuh

"Angka ini ada yang sudah tercover BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tapi ada juga yang belum," ujar Emil Dardak, Senin (30/3/2020).

Emil mengatakan, Pemprov Jatim akan mematangkan paket kebijakan terhadap yang belum tercover sembari mengkoordinasikan angka tersebut dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Yang mana BPS juga sedang membedah angka pekerja yang terdampak dari sektor formal dan informal, usaha mandiri, dan yang bekerja untuk orang lain.

Rencana Rahasia Jerman Akhiri Covid-19, Fakta Adanya Perjanjian Mitra Eropa ‘Supaya Tidak Sia-sia’

Terekspos Penampilan Krisdayanti Rapat Paripurna di Rumah karena Corona: Bismillah, Selamat Bekerja

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, saat ini dana yang sudah pasti untuk menanggulangi Covid-19 baru Rp 264 miliar.

Alokasi anggaran tersebut masih membutuhkan tambahan yang lebih besar lagi untuk dapat melakukan berbagai program penanggulangan Covid-19.

Mulai dari social safety net, cash for work (padat karya tunai) maupun intervensi terhadap pelaku UMKM yang terdampak.

“Sekarang, konsolidasi datanya sedang dilakukan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendeteksi keluarga rentan, hampir miskin atau yang sudah miskin. Kordinasi kita dengan BPS dan Dinas Sosial,” ucap Khofifah.

VIRAL Kehidupan 1 Keluarga Tinggal di Atas Pohon Takut Kena Virus Corona: Tidak Punya Kamar Pribadi

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved