Virus Corona di Malang
4 RW di Ketawanggede Kota Malang Terapkan Area Physical Distancing: Batasi Keluar Masuk Warga
4 RW di Kelurahan Ketawanggede, Kota Malang berlakukan area physical distancing untuk tangkal virus Corona. Batasi akses keluar masuk warga.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wilayah Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang berlakukan area physical distancing.
Hal itu dilakukan untuk menekan angka sebaran virus Corona atau Covid-19.
Area yang diberlakukan physical distancing adalah perumahaan warga yang berada di RW 1 hingga RW 4.
• Asyik Mancing di Sungai Sebelah Kuburan, Pria Blitar Lari Terbirit-birit, Sebabnya Bikin Heboh Warga
• Tampilan Lain Abash Keluar Rumah, Gaya Pacar Lucinta Luna saat Olahraga juga Disorot, Malu Dipuji?
Karena telah diberlakukan area physical distancing, maka juga telah diterapkan pembatasan akses keluar masuk warga.
Caranya, menerapkan akses masuk dan keluar melalui satu jalur berbeda yang telah ditetapkan.
Dimana untuk akses masuk hanya dapat melalui Jalan Kerto Pamuji.
• Persesa Sampang Liburkan Pemain Gegara Corona, Pelatih Segera Umumkan Nama Terpilih Liga 3 Hari Ini
• Daftar Aplikasi Rapat Online yang Dapat Digunakan saat WFH, dari Google Hangout Meet hingga Zoom
Sedangkan untuk akses keluar hanya dapat melalui Jalan Kerto Raharjo.
Berdasarkan pantauan TribunJatim.com, semua orang yang masuk baik yang berjalan kaki, naik mobil dan sepeda motor dicek suhu tubuhnya.
Setelah itu mereka harus turun dahulu dari kendaraan dan masuk ke bilik untuk disemprot disinfektan.
• Sinopsis No Escape Dibintangi Owen Wilson, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini Pukul 22.00 WIB
Kendaraan yang mereka gunakan pun juga tak luput dari penyemprotan disinfektan.
Ketua unit satgas physical distancing Kelurahan Ketawanggede, Firman Qusnul Arif mengatakan penerapan physical distancing baru diterapkan pada Rabu (1/4/2020).
"Kita terapkan untuk mencegah sekaligus memutus penyebaran virus corona. Apalagi di area ini banyak tempat kos yang dihuni mahasiswa dari luar daerah Kota Malang," ujarnya kepada TribunJatim.com.
Ia menjelaskan selain penerapan physical distancing, pihaknya juga menerapkan pembatasan sosial berskala besar.
"Sekitar pukul 20.00, kita akan keliling untuk mengimbau agar warga tetap berada di dalam rumah. Dan baru pada pukul 22.00, akses keluar masuk ditutup semuanya," bebernya.
Meski begitu, pembatasan sosial berskala besar yang diterapkan pihaknya tetap fleksibel.
"Kita tidak serta merta kaku untuk penerapannya. Kalau memang ada warga yang memiliki kondisi darurat dan perlu dibawa ke rumah sakit atau fasilitas medis, tetap diperbolehkan keluar," tambahnya.
Dirinya juga mengaku bahwa sempat ada keberatan dari beberapa warga terkait penerapan karantina wilayah lokal dan pembatasan sosial berskala besar tersebut.
"Namun kita jelaskan bahwa semata semata itu demi kebaikan warga juga. Kita berharap apa yang kita lakukan ini dapat mencegah penyebaran virus corona di lingkungan kita," pungkasnya.
Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Heftys Suud