Berita Persebaya Surabaya

Kenang 20 Tahun Wafatnya Legenda Persebaya Eri Irianto, Aji Santoso Bahas Tendangan 'Gledek'

Aji santoso kenang 20 tahun meinggalnya salah satu legenda Persebaya Surabaya, Eri Irianto. Bahas tendangan 'geledek': sosok pemain pekerja keras.

TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, dalam laga uji coba internasional Persebaya vs Sabah FA di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (8/2/2020) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tepat hari ini, Jumat (3/4/2020), 20 tahun sudah salah satu legenda Persebaya Surabaya, Eri Irianto meninggal dunia.

Pelatih skuad Bajul Ijo, Aji Santoso yang pernah bermain bersama selama hampir dua musim saat sama-sama memperkuat Persebaya 1998-2000 sedikit mengenang mendiang Eri Irianto.

Disampaikan Aji Santoso, salah satu yang paling diingat tentang gelandang kelahiran Sidoarjo, 12 Januari 1974 lalu itu adalah tendangan 'gledeknya'.

2 Pria Malang Tewas di Lapangan Dikenal Rela Jual Apapun Demi Bisa Minum Miras, Warga Sampai Heran

Al Ghazali Bakal Nikah Muda sama Alyssa Daguise, Calon Besan Ahmad Dhani & Maia Ternyata CEO Sukses

"Eri sosok pemain pekerja keras, selalu total dalam menjalankan pekerjaannya dan memiliki tendangan yang mematikan buat penjaga gawang lawan," terang Aji Santoso, Jumat (3/4/2020).

Berkat penampilan gemilang itupula, kala itu Eri bisa memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games ke-18 di Chiang Mai, Thailand. 6 Desember 1995.

Juga perkuat timnas Indonesia pada kualifikasi Piala Asia 1996, berhasil membawa Timnas Indonesia taklukkan India dengan skor 7-1, dan menahan Malaysia 0-0.

Persebaya Store Buat Gerakan Wani Berbagi untuk Lawan Corona, Yuk Gabung, Begini Caranya!

TERPOPULER BOLA: Cara Arema FC Atasi Sumber Uang Tetap Mengalir hingga Lelang Jersey Kiper Persik

Aji menyangkan, Eri harus menghembuskan napas terakhirnya di usia emasnya, 26 tahun.

Eri meninggal setelah mengalami benturan keras dengan pemain PSIM Yogyakarta, Samson Noujine Kinga, di Liga Indonesia 1999/2000 atau Ligina VI, dimana laga berlangsung di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Sore hari, 3 April 2000.

Pada laga itu, semenit sebelum berakhir babak pertama, ia mulai sempoyongan, kepalanya sakit. Eri berlari ke pinggir lapangan dan minta diganti. Nova Arianto kala itu masuk menggantikan posisinya.

VIDEO Dukungan Pesepak Bola Indonesia Bachdim hingga Osvaldo ke Tenaga Medis Covid-19: Terima Kasih

Di bangku cadangan, Eri terus memegangi kepalanya. Sang gelandang pun dilarikan ke RSUD DR Soetomo.

Setelah menjalani berbagai perawatan, Eri akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit. Tak ada yang mengira benturan itu bakal berakibat fatal.

"Kami benarbenar merasa kehilangan di saat usia emas, dia lebih cepat meninggalkan kami semua," pungkas Aji Santoso.

Untuk mengenang jasanya, nomor punggung 19 milik Eri dipensiunkan oleh Persebaya. Tak hanya itu, namanya juga disematkan pada Wisma Persebaya menjadi Wisma Eri Irianto yang beralamat di Jalan Karanggayam 1, Surabaya. 

Penulis: Khairul Amin

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Khairul Amin
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved