Virus Corona di Surabaya

Dampak Penyebaran Virus Corona, Pariwisata di Jatim Drop, Hotel dan Restauran Banyak yang Tutup

Dampak penyebaran virus Corona atau Covid-19 mulai dirasakan berbagai kalangan. Kali ini dampak paling besar dirasakan di sektor pariwisata di Jatim

Kolase Instagram Garden Palace Hotel - Royal Singosari Cendana
(Ilustrasi) Garden Palace Hotel Surabaya dan Royal Singosari Cendana Surabaya tutup untuk cegah sebaran Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dampak penyebaran virus Corona atau Covid-19 mulai dirasakan berbagai kalangan. Kali ini dampak paling besar dirasakan di sektor pariwisata di Jawa Timur pada khususnya dan seluruh dunia pada umumknya.

Sektor yang menjadi salah satu dari penopang perekonomian kini telah dirasakan yakni pariwisata turun drastis.

Wakil Ketua, bidang Litbang dan IT PHRI Jawa Timur, Agoes Tinus Lis Indrianto, S.S, M. Tourism, Ph.D mengatakan, selama ini sektor pariwisata adalah sektor yang sangat penting dan bisa menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia.

"Sektor ini sudah sering kali mendapat berbagai serangan, mulai isu SARS , MERS, Flue burung / babi, gunung meletus sampai pada teror bom telah membuat sektor ini jatuh bangun," kata Agoes kepada SURYA.co.id, Sabtu (4/4/2020).

Namun, kali ini hantaman dari virus Corona atau Covid-19 luar biasa karena berdampak ekonomi hingga terkunci mulai dari supplier, produsen sampai tamu lokal maupun asing, sehingga sekarang banyak tempat wisata, restoran dan hotel yang tutup bahkan harus merumahkan karyawannya.

"Dampaknya begitu besar, bagaimana strategi bertahan sampai pada pasca pemulihan ketika Pandemi ini berakhir penting untuk dipahami bersama," kata pria yang saat ini tengah meneliti pariwisata di Surabaya.

BREAKING NEWS - 16 Hotel di Surabaya Tutup Gegara Corona, Gaji Karyawan Dipotong 50 Persen

Efek Samping Obat Klorokuin untuk Corona Dirasakan Andrea Dian, Sampai Jantung: Akhirnya Dihentikan

Sopir Angkutan Kota dan Tukang Becak di Kota Kediri Dapat Paket Sembako

 Tempat Wisata Tutup

Pertumbuhan ekonomi pun diperkirakan akan melambat drastis, terkikis oleh penjalaran dampak virus ke berbagai sektor di perekonomian.

Pandemi memang telah menurunkan pertumbuhan ekonomi, pasalnya menurut Agoes Tinus Lis Indrianto, S.S, M. Tourism, Ph.D di Surabaya 80 persen telah menutup tempat wisata sebagai bentuk mendukung himbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

"Tidak adanya perintah lockdown dari pemerintah pusat maka pengusaha akan tetap berjalan," ujar Agoes.

Halaman
123
Penulis: Zainal Arif
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved