Dampak Virus Corona, Konsumsi BBM Turun dan Konsumsi LPG Naik Dalam Satu Minggu Terakhir

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jatim Bali Nusra, mencatat penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
ISTIMEWA
Direktur Pemasaran Retail, Mas'ud Khamid, dalam rangkaian peninjauan di SPBU jalur tol dan Terminal BBM Madiun, Sabtu (1/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jatim Bali Nusra, mencatat penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG dalam satu Minggu terakhir.

Menurut Rustam Aji, Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V, meski turun, pihaknya tetap melakukan penyaluran dan siaga dengan menjamin pasokan secara aman.

"Berdasarkan data penyaluran 27 Maret hingga 3 April kemarin, konsumsi Gasoline (Premium, Perta-Series) di Jatim turun 28 persen menjadi rata-rata 9.300 kilo liter per hari, dari kondisi normal yang mencapai 12.900 kilo liter per hari," jelas Rustam, Sabtu (4/4/2020).
Sedangkan konsumsi Gasoil (BioSolar, Dex-Series) pada periode yang sama, turun 15 persen dari kondisi normal 6.000 kilo liter per hari menjadi 5.100 kilo liter per hari.

Di sisi lain, terjadi peningkatan konsumsi LPG Sektor Rumah Tangga, baik LPG S
subsidi kemasan 3 kg, maupun LPG Non-Subsidi seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg.

Dampak Penyebaran Virus Corona, Pariwisata di Jatim Drop, Hotel dan Restauran Banyak yang Tutup

Efek Samping Obat Klorokuin untuk Corona Dirasakan Andrea Dian, Sampai Jantung: Akhirnya Dihentikan

Profil-Biodata Wakil Jaksa Agung Arminsyah yang Meninggal Kecelakaan di Jagorawi, Prestasi Mentereng

"Pada periode 27 Maret hingga 3 April, tercatat ada kenaikan tipis LPG sektor rumah tangga, dari rata-rata 4.050 metrik ton (MT) per hari pada kondisi normal, menjadi 4.200 MT per hari," jelas Rustam.

Hal itu membuat Pertamina terus memonitor peningkatan kebutuhan LPG khususnya LPG subsidi 3 kg, termasuk apabila ada permintaan penambahan fakultatif dari masing-masing pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Pantauan kami, penurunan konsumsi BBM dan kenaikan konsumsi LPG sektor rumah tangga ini sejalan dengan anjuran yang disampaikan Pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi di luar rumah sebagai upaya pencegahan penularan virus Corona atau Covid-19,” jelas Rustam.

Rustam memastikan operasional distribusi BBM dan LPG tetap berjalan normal, dengan pengaturan personil dan tempat kerja yang ketat sesuai dengan protokol pencegahanvirus Corona atau Covid-19.

“Dalam situasi darurat ini, kami akan tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah untuk #DiRumahSaja,” ungkap Rustam.

Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, Pertamina tetap siaga dengan menjamin pasokan energi nasional aman dan mencukupi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Jatim.

Saat ini, pasokan BBM untuk Jatim, yang ada di Fuel Terminal di wilayah Jatim dalam jumlah yang aman. Seperti diketahui, di Jawa Timur terdapat enam Fuel Terminal, yaitu di Surabaya, Tuban, Malang, Madiun, Banyuwangi, dan Sampang.

“Walaupun konsumsi BBM terus turun, kami tetap memonitor pasokan dan penyaluran ke masyarakat,” tandas Rustam.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved