Virus Corona di Gresik

Pandemi Corona di Gresik Terus Bertambah, Pulau Bawean Pekan Depan Karantina Wilayah

Pandemi virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Gresik belum ada tanda-tanda menurun. Perhari ini jumlahnya meningkat.

TRIBUNJATIM.COM/ Willy Abraham
Para penumpang dari Pulau Bawean turun dari kapal di pelabuhan Gresik, Sabtu (21/12/2019). 

TRIBUNJATIM.COM,GRESIK - Pandemi virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Gresik belum ada tanda-tanda menurun. Perhari ini jumlahnya meningkat. Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) di Pulau Bawean sepakat melakukan karantina wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, drg Saifuddin Ghozali mengatakan pada hari ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Gresik 669. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 57. Pasien Positif masih tetap berjumlah 4 pasien dengan rincian, salah satu pasien meninggal dunia.

“Di Pulau Bawean belum ada yang positif atau PDP,” ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Pulau yang memiliki dua Kecamatan itu data sebaran virus Corona atau Covid-19 berstatus ODP (orang dalam pengawasan). Di Kecamatan Sangkapura ada 15. Sedangkan di Kecamatan Tambak ada tambahan menjadi 25. Padahal kemarin baru 23 yang berstatus ODP (orang dalam pengawasan).

UPDATE CORONA di Jatim Sabtu 4 April, Surabaya Bertambah 33, Lonjakan Pasien di Lamongan

Mayat Pria di Halaman Masjid Terlantar 1 Jam Warga Takut Corona, Ditemukan Kondisi Basah Kuyup

Rumah Ambruk Di Jalan Ketintang Barat Surabaya, Saksi : Awalnya Ada Suara Kucing Berkejaran

Camat Sangkapura, Hamim mengatakan pihaknya sudah mengusulkan ini dalam rapat di penghujung bulan Maret lalu. Ada empat poin yang dihasilkan. Diantaranya, menghentikan pengoperasian kapal mengingat Bawean masih belum ada yang positif corona selama 14 hari. Pengawasan akan tetap dilakukan di dua jalur masuk Bawean mulai dari laut dan udara.

“Pemberhentian pengoperasian kapal cepat diatas tanggal 7 April 2020. Kapal barang KMP Gili Iyang tetap beroperasi,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik, Muhammad Amri mengaku pada Senin(6/4/2020) besok baru akan menerima surat karantina wilayah mandiri di Pulau Bawean. Karantina sendiri kesepakatan dari dua Kecamatan.

“Mulai Rabu (8/4/2020) sepertinya. Surat resmi belum masuk. Ini permintaan mereka untuk pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Bawean. KM Gili Iyang boleh masuk khusus logistik sama orang dalam kondisi tertentu seperti berobat ke Gresik,” pungkasnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved