Virus Corona di Jawa Timur

Hanya Dua Pasien di Jatim yang Meninggal Murni karena Covid-19, Yang Lain Komplikasi

Di Jawa Timur saat ini, ada 14 pasien positif Covid-19 yang meninggal, dari jumlah tersebut, hanya dua pasien yang meninggal murni karena Covid-19.

Shutterstock
Ilustrasi virus Corona dan gejala terinfeksi Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, mengungkapkan, mayoritas pasien positif virus Corona (Covid-19) yang meninggal adalah pasien yang mempunyai penyakit bawaan.

Sedangkan pasien yang meninggal karena hanya terserang virus Corona sangat sedikit.

UPDATE CORONA di Jatim Minggu 5 April, Sebaran Covid-19 Meluas, Bondowoso dan Ponorogo Zona Merah

Kondisinya Semakin Membaik, Dua Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Kediri Menunggu Hasil Swab

"Yang meninggal ini memang sebagian dengan premorbid, ada penyakit sebelumnya. Yang karena betul-betul Covid-19 itu sangat sedikit. Tidak ada 25 persen. Hampir semuanya dengan premorbid," ucap Joni Wahyuhadi, Minggu (5/4/2020).

Di Jawa Timur sendir, saat ini ada total 14 pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, dari jumlah tersebut hanya ada dua pasien yang meninggal murni karena Covid-19 atau tidak dengan penyakit yang lain.

"Kemarin yang meninggal masih muda, ternyata disertai obesitas, ada riwayat gangguan penyakit jantung," lanjut Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya ini.

Untuk itu, Joni Wahyuhadi mengimbau jika seseorang mempunyai penyakit bawaan sangat dianjurkan untuk berdiam diri atau mengisolasi diri.

Ada 5 Pasien Positif Covid-19, PGS dan Pasar Kapasan Surabaya Jadi Klaster Penularan Baru di Jatim

Rusunawa IAIN Tulungagung Mulai Digunakan untuk Mengisolasi Empat ODP Virus Corona

Terimbas Covid-19, Pusat Grosir Surabaya (PGS) Bakal Ditutup selama Dua Minggu

"Kalau punya (penyakit) jantung, diabetes dan hipertensi, penyakit liver, apalagi punya kelainan imun, maka lebih baik mengisolasi diri," kata Joni Wahyuhadi.

"Jangan sampai ketularan, perjalanan penyakit Covid-19 ini sangat sulit diprediksi, karena ini barang baru," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved