Virus Corona
3 Cara Mudah Menyampaikan ke Anak Soal Wabah Corona, Orang Tua Tak Perlu Bingung, Ini Kata Psikolog
Berikut tips menyampaikan perihal wabah virus Corona atau Covid-19 ke anak-anak menurut psikolog Universitas Ciputra Surabaya
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
"Untuk remaja yang sudah bisa berpikir secara abstrak, penyampaiannya bisa lebih mudah. Orangtua bisa menyampaikan mengapa kejadian ini bisa muncul, serta penyebab dan pencegahannya," paparnya.
• Bangkalan Masuk Zona Merah, Pemkab Perkuat Sistem Deteksi Dini Covid-19, Mulai Sarana-Tenaga Medis
Yang perlu diperhatikan, jangan sampai penjelasannya bertele-tele yang malah membuat anak bingung.
"Ajak mereka menjaga kesehatan dan kebersihan seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker, makan makanan bergizi, dan sebagainya," Stefani menerangkan.
Berbeda dengan anak-anak yang masih belum bisa berpikir secara abstrak.
Baiknya, mereka diperlihatkan ilustrasi.
"Cari gambar atau video kartun virus atau kuman yang tidak menyeramkan. Sambil melihat, anak bisa dijelaskan tentang virus tersebut. Sampaikan kalau virus ini ada banyak di luar dan bisa menular dari satu orang ke orang lainnya," ia menguraikan.
Maka dari itu, lanjutnya, anak-anak sebaiknya tidak sering-sering keluar rumah seperti ke mall atau tempat wisata.
• Viral Lagu Milik Bimbo, 7 Musisi Ini Juga Rilis Single Tentang Corona, Ada Rhoma Irama hingga Sabyan
Sampaikan juga kepada mereka untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.
"Tidak hanya bercerita, anak-anak juga harus diberi contoh hidup bersih dan sehat, seperti banyak mencuci tangan setelah keluar rumah dan memakai masker. Katakan, hal itu dilakukan agar mereka tidak tertular virus," terangnya.
Ketiga, jangan panik. Agar anak tidak panik dan takut, orangtua harus menyampaikan informasi secara tenang.
"Kalau orangtua menjelaskan dengan rasa cemas dan takut, emosi ini yang akan ditangkap oleh anak. Akhirnya, anak juga malah ikut takut," kata Stefani.
Oleh karena itu, saat menyampaikan, pastikan diri dalam keadaan tenang.
Jika perlu, lakukan kegiatan bersama si anak.
"Ajak anak beraktivitas bersama, misalnya membuat kue bersama atau kegiatan lain yang bisa mengalihkan kecemasan. Ketakutan malah membuat kondisi semakin buruk. Ini juga anak tidak merasa bosan selama belajar di rumah," terangnya.
Penulis: Christine Ayu
Editor: Arie Noer Rachmawati