Virus Corona di Malang

PAD Kabupaten Malang Menyusut Terimbas Corona, Pemkab: Harus Hemat Biaya Pengeluaran Daerah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Malang alami penurunan 50 persen terimbas virus Corona. Pemkab terpaksa melakukan penghematan.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Hefty Suud
Marshall White
(Ilustrasi) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Malang menyusut terimbas Corona. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Terimbas virus Corona (Covid-19), Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Malang (Pemkab Malang) terpaksa menyusut.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang, Purnadi menerangkan penurunan PAD mencapai 50 persen. Padahal target awal pihaknya optimis mencapai Rp 715 persen.

Penyebabnya beragam, salah satunya perekonomian yang sedang lesu.

Permintaan Tulus Aurel Hermansyah ke Anang-Krisdayanti Jika Ia Nikah, Raul Lemos Disinggung

Pengakuan Krisdayanti soal Hubungan Aurel-Azriel & Raul, Alasan Anak Tinggal dengan Anang Dibongkar

"Sekitar 50 persen kemungkinan penurunannya. Mungkin PAD hanya sekitar Rp 371 miliar," ungkap Purnadi ketika dikonfirmasi, Kamis (9/4/2020).

Purnadi mengaku, Pemkab Malang terpaksa harus melakukan penghematan dan biaya pengeluaran daerah.

Pemerintah Kabupaten Malang beberapa waktu lalu sudah menentukan kebijakan penutupan tempat pariwisata.

Suzuki New Ignis Resmi Meluncur di Indonesia, Paling Murah di Jatim Dibanderol Rp 179 Juta

VIRAL VIDEO Ibu Nangis Anak Masuk Ambulans Sendirian karena Corona, Momen Lambaikan Tangan Memilukan

Alhasil, perputaran ekonomi dari sektor pariwisata terhenti. Sehingga pundi-pundi uang bagi Pemkab Malang itu kini tak bisa dikeruk secara maksimal.

"Juga retribusi parkir semakin menurun. Masyarakat memang tidak boleh keluar rumah karena situasi pandemi ini," kata Purnadi.

Sementara itu, penurunan PAD di Kabupaten Malang turun secara bertahap sejak virus Corona melanda.

Aksi Liar Wanita Diduga Idap Virus Corona Ludahi Banyak Orang, Suasana Mencekam, Akhirnya Diborgol

Pada bulan Januari lalu PAD Kabupaten Malang bisa mengais uang senilai Rp 49 miliar.

Jumlah tersebut menurun pad bulan Februari. Saat itu PAD yang didapat hanya Rp 24 miliar.

Penurunan berlanjut pada Maret. Uang yang didapat hanya Rp 14 miliar.

"Pandemi Corona membuat ekonomi lesu. Sehingga masyarakat berhenti bekerja, tak ada pendapatan. Pariwisata juga tutup," ungkapnya. 

Penulis: Erwin Wicaksono

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved