Virus Corona di Jawa Timur
Gerindra Jawa Timur Dukung Daerah Ajukan PSBB: Terutama di Kota Besar
Partai Gerindra Jawa Timur mendukung masing-masing daerah di Jawa Timur menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Partai Gerindra Jawa Timur mendukung masing-masing daerah di Jawa Timur menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Utamanya bagi beberapa kota besar di Jawa Timur guna pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Berdasarkan penjelalasan Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Hadi Dediyansyah, beberapa daerah sudah mulai melakukan pembatasan yang arahnya ke PSBB.
”Istilahnya adalah karantina wilayah. Misalnya, ada di Ngawi, Magetan, Nganjuk, dan Ponorogo,” kata Hadi ketika dikonfirmasi di Surabaya.
Apabila memang diperlukan serta untuk menekan angka penyebaran Covid-19 (corona) agar lebih efektif, Pemrov juga dapat mengeluarkan instruksi.
”Gubernur perlu membuat instruksi agar bisa serentak. Khususnya,untuk kota besar seperti Surabaya, Malang, dan Jember,” kata Hadi yang juga Anggota DPRD Jawa Timur ini dari dapil Surabaya ini.
Menurutnya, pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah tak bisa bekerja sendiri-sendiri. Apalagi, jika sampai harus memberikan bantuan kepada warga sebagai kompensasi PSBB setelah nantinya diberlakukan.
• Ikan Koi Asal Kediri Mulai Rintis Pasar Ekspor
• UPDATE CORONA di Tulungagung Minggu 12 April, Bertambah 3, Total Ada 10 Pasien Positif Covid-19
• Reaksi Ahmad Dhani Dengar Lagu Atta untuk Aurel, Diam Selama 3 Menit, 1 Pesan Bahas Soal Liriknya
”Pemberian bantuan kepada warga seperti halnya yang ada di Jakarta, bisa dilakukan. Syaratnya, Pemrov harus menggandeng Pemda sehingga akan lebih maksimal,” kata pria yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur ini.
Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD Jawa Timur, Ahmad Hadinuddin menambahkan bahwa lockdown atau melarang total warga untuk masuk maupun keluar dari sebuah daerah karena kondisi darurat bisa jadi alternatidf solusi lainnya. Menurut Hadinuddin, selain mengefektifkan pencengahan corona, ekonomi juga bisa mendapat kepastian dengan adanya arahan masa lockdown selama kurun waktu tertentu.
”Kalau cuma dibatasai, nyatanya masih kurang efektif. Malah, dampaknya ke ekonomi sangat terasa dan menimbulkan gejala yang tak jelas kapan selesainya. Alternatif solusinya, bisa memilih lockdown dengan memberikan kepastian batas waktu tertentu,” kata Hadi.
Satu di antara daerah di Jawa Timur yang akan menyiapkan PSBB adalah Kota Malang. Wali Kota Malang, Sutiaji , menjelaskan pihaknya bersiap akan menerapkan PSBB di Kota Malang.
"Artinya ini pressure kepada masyarakat agar tidak keluar rumah. Karena instruksi dari pak Dannrem adalah garda terdepan justru dari masyarakat dan benteng terkahir baru dari tenaga kesehatan," katanya.
Pemkot Malang hingga kini masih mempersiapkan segala instrumen yang dilakukan guna pengajuan PSBB tersebut kepada Gubernur Jawa Timur.
Instrumen tersebut yang kini masih dilakukan inventarisir antara lain meliputi segi keamanan, ketahanan pangan, anggaran dan lain sebagainya.
Sutiaji menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera mengajukan PSBB tersebut.
"Dalam penyusunan ini kami dibantu oleh tim ahli dari perguruan tinggi. Karena memang kami ini ingin memutus penyebaran virus Corona atau Covid-19 di bhumi Arema," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berhenti-operasi.jpg)