Virus Corona di Jawa Timur
Imbas Pandemi Covid-19, Semua Proyek Fisik di Kota Blitar Dihentikan
DPUPR) Kota Blitar, Dindin Alinurdin mengatakan pekerjaan proyek fisik berhenti sementara sejak pertengahan Maret 2020. Semua pekerjaan proyek fisik
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pemkot Blitar menghentikan sementara semua pekerjaan proyek fisik pada 2020 ini. Penghentian sejumlah proyek fisik itu akibat dampak pandemi virus Corona atau Covid-19.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar, Dindin Alinurdin mengatakan pekerjaan proyek fisik berhenti sementara sejak pertengahan Maret 2020. Semua pekerjaan proyek fisik berhenti pada tahap perencanaan.
"Sebagian perencanaan proyek fisik sudah selesai, tapi pekerjaan konstruksinya tidak kami lanjutkan. Hanya berhenti di tahap perencanaan," kata Dindin, Minggu (12/4/2020) .
Dikatakannya, sejumlah proyek fisik yang pekerjaannya diberhentikan sementara, yaitu, pembangunan jalan, trotoar, irigasi, dan saluran air. Tak hanya itu, sejumlah pekerjaan pemeliharaan juga diberhentikan sementara karena dampak pandemi virus Corona.
• Polisi Pastikan WNA Meninggal Akibat Sakit, Tak Temukan Tanda Tanda Kekerasan
• Bupati Gresik Sambari : Kegiatan Masyarakat yang Bergerombol Dibubarkan
• Diduga Sakit Lambung, WNA di Malang Ditemukan Tewas di Rumahnya, Petugas Pakai APD untuk Evakuasi
"Untuk pekerjaan pemeliharaan juga kami hentikan dulu. Kami sudah sempat melakukan pemeliharaan untuk bangunan yang terkena dampak angin kencang beberapa lalu. Sedang pemeliharaan lain yang sifatnya tidak terlalu mendesak kami hentikan dulu," ujarnya kepada Tribunjatim.com.
Menurutnya, pekerjaan yang berjalan hanya program yang berkaitan dengan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Misalnya, pembangunan tempat cuci tangan di sejumlah titik di Kota Blitar.
Pembangunan tempat cuci tangan dilakukan di 30 titik di wilayah Kota Blitar. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan satu titik tempat cuci tangan sekitar Rp 1,5 juta.
"Pekerjaan yang berjalan yang ada kaitannya dengan pencegahan penyebaran virus Corona. Kami membuat 30 titik tempat cuci tangan di Kota Blitar," katanya kepada Tribunjatim.com.
Dikatakannya, DPUPR masih menunggu kebijakan dari wali kota terkait kelanjutan sejumlah pekerjaan proyek fisik. Dia belum tahu apakah anggaran proyek fisik itu juga akan dialihkan untuk percepatan penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Blitar.
"Kami menunggu kebijakan pimpinan. Kalau anggarannya disetop ya disetop dulu, kalau dialihkan untuk penanganan Covid-19 ya dialihkan tidak apa-apa. Karena kondisinya memang darurat," kata Dindin. (sha/Tribunjatim.com)