Berita Populer
Tragedi Pilu Ibu Hamil Meninggal saat Mau Melahirkan di RS, Suami: Mulut Keluar Darah, Diminta Sabar
Tragedi ibu hamil meninggal dunia bersama janinnya saat hendak melahirkan baru-baru ini terjadi.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Januar
Bila dibiarkan, perdarahan setelah persalinan akan menyebabkan syok dan kegagalan fungsi organ.
Perdarahan setelah melahirkan bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
- Otot rahim yang tidak berkontraksi (atonia uteri).
- Luka jalan lahir, seperti sayatan pada perineum akibat tindakan episiotomi.
- Sisa jaringan plasenta yang tertinggal di dalam rahim.
- Kelainan pada proses pembekuan darah.
- Rahim pecah (ruptur uteri).
• 4 Imbauan MUI Soal Menjalankan Ibadah Ramadan 1441 H di Tengah Pandemi Corona, Hindari Kerumunan
2. Preeklamsia dan eklamsia
Komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia dan eklamsia, juga bisa meningkatkan risiko kematian saat hamil.
Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah tinggi, ditemukannya protein dalam urine, dan pada tingkat lanjut, akan terjadi kerusakan organ.
Ketika preeklampsia tidak mendapatkan penanganan yang tepat, akan terjadi eklampsia.
Eklamsia merupakan preeklamsia yang disertai kejang. Kondisi ini berbahaya dan perlu segera ditangani.
Risiko terjadinya preeklamsia lebih tinggi pada wanita yang baru pertama kali hamil, ibu hamil berusia di bawah 20 tahun atau di atas 40 tahun, mengalami kelebihan berat badan, penyakit ginjal, atau diabetes, memiliki riwayat tekanan darah tinggi dalam keluarga, atau hamil bayi kembar.
• Isi Chat Terakhir Nikita Mirzani & Glenn Fredly, Isu soal Hubungan Mereka Terjawab, Kekal Kenangan
3. Riwayat penyakit tertentu
Penyakit yang dialami sebelum dan selama hamil juga bisa meningkatkan risiko kematian ibu saat hamil.
Apalagi jika kondisi tersebut tidak mendapat penanganan yang baik.
Penyakit yang dimaksud antara lain adalah penyakit ginjal, kanker, jantung, tuberkulosis, malaria, dan HIV/AIDS.
4. Sepsis
Sepsis yang terjadi saat hamil maupun setelah melahirkan dapat menyebabkan kematian ibu.
Hal ini karena sepsis yang tidak ditangani dengan tepat akan berlanjut menjadi syok sepsis.
Ketika mengalami syok sepsis, organ ginjal, hati, dan paru-paru bisa mengalami kerusakan dengan cepat.
Untuk menurunkan risiko kematian ibu saat hamil, sebisa mungkin lakukan pemeriksaan dan kontrol kehamilan ke dokter secara rutin.
Selain itu, terapkan pola hidup yang sehat, baik sebelum hamil, selama hamil, maupun setelah melahirkan. (Artikel Asli)
• Reuni Terakhir Jadi Maut, Dampak Sepelekan Corona, 3 Orang Tewas, Miris Kronologi Penularan di Pesta