Siapa Stafsus Presiden yang Dikritik Surati Camat? Ini Profil Andi Taufan & Saran Pemecatan dari DPR

Andi Taufan Garuda mengirim surat kerjasama relawan desa lawan Covid-19 yang ditujukan kepada camat beberapa daerah, terkait dengan perusahaannya.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Adi Sasono
Kolase Twitter dan Tribunnews
Andi Taufan Garuda Putra, Pendiri dan CEO Amartha, perusahaan pionir teknologi finansial peer to peer lending (tekfin p2p lending) yang menghubungkan pendana di perkotaan dengan perempuan pengusaha mikro di pedesaan melalui teknologi. 

TRIBUNJATIM.COM - Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda viral karena kritikan sikapnya yang menyurati camat untuk kepentingan pribadi.

Andi Taufan Garuda mengirim surat kerjasama relawan desa lawan Covid-19 yang ditujukan kepada camat beberapa daerah.

Surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 itu menggunakan kop resmi Sekretariat Kabinet RI.

Anggota Ombudsman RI dan beberapa pihak lainnya mempertanyakan kewenangan Taufan mengirim surat keluar menggunakan kop Setneg. 

Sebagai Staf Khusus Presiden, kata dia, Taufan bukan termasuk pejabat yang berwenang menggunakan kop surat tersebut.

Pada akhir cerita, Andi diketahui menyampaikan permohonan maaf dan mencabut surat tersebut.

Surat yang ditandatangani Andi Taufan
Surat yang ditandatangani Andi Taufan (Kompas.com)

Tapi, siapa sebenarnya Andi Taufan Garuda yang viral karena dihujat tersebut?

Berikut profilnya.

Nama Andi Taufan Garuda Putra sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia ramai diperbincangkan di media sosial terutama Twitter.

Hal ini terkait beredarnya sebuah surat dengan menggunakan Kop Sekretariat Kabinet RI yang ditandatangani Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Andi Taufan Garuda Putra.

Andi meminta kepada camat dan perangkat desa untuk mendukung pelaksaan program Relawan Desa Lawan Covid-19 yang diinisiasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama PT Amartha Mikor Fintek (Amartha).

Diketahui program ini dilaksanakan di Jawa, Sulawesi, dan Sumatera.

VIRAL Video Maling Terjebak di Kampung Lockdown, 1 Kesalahan Kocak Berujung Sial, Lihat Endingnya

Saran Pemecatan dari DPR

Dikutip TribunJatim.com dari Tribun Jakarta, DPR mengeluarkan sarannya untuk Presiden melihat kembali sosok-sosok yang ada dalam jajaran staf khusus presiden milenial.

Anggota Komisi V DPR Irwan menyebut staf khusus Presiden Joko Widodo, Andi Taufan Garuda Putra telah bertindak memalukan dan harus diberhentikan, di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved