4 Fakta Ason Sopian Jual HP Rusaknya Rp10 Ribu Demi Beras, Kini Nasib Membaik, 'Doa Saya Didengar'
4 fakta Ason Sopian jual HP rusaknya Rp10 ribu demi bisa beli beras, kini nasib membaik setelah di-viral-kan Hotman Paris, "doa saya didengar."
TRIBUNJATIM.COM - Kisah Ason Sopian, seorang ayah di Batam, yang terpaksa menjual HP rusaknya di tengah wabah virus Corona, mengundang simpati banyak publik.
Ason Sopian menjual HP rusak miliknya demi bisa makan dan bertahan hidup selama pandemi virus Corona Covid-19.
Pasalnya, semenjak virus Corona mewabah, Ason Sopian terpaksa tidak bisa bekerja lagi.
Sehingga ia harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
• Plesetkan Lagu Aisyah Istri Rasulullah, Pemuda Surabaya Ditangkap Polisi, Warga sempat Mengepung
Berikut fakta mengenai kehidupan Ason yang menjual HP rusak seharga Rp10 ribu, yang dirangkum Tribunnews.com (grup TribunJatim.com).
Menjual HP rusaknya demi 1 kg beras
Semenjak wabah virus Corona merebak, Ason Sopian, warga Kavling Kamboja, Blok B1 Nomor 87 RT 004/RW 015 Kelurahan Sei Pelenggut, Sagulung, Batam, Kepri, tak lagi memiliki pekerjaan.
Alhasil, untuk mencukupi biaya makan kelima anaknya, Ason Sopian pun nekat berkeliling menjual HP rusaknya seharga Rp10 ribu demi membeli beras.
"Apa yang bisa dikerjakan, saya kerjakan. Yang terpenting mendapatkan uang dan uangnya bisa dibawa pulang," kata dia yang dikutip dari Kompas.com.
• Pilunya Karyawan Surabaya Kena PHK Imbas Corona, Khawatir Nasib Anak Masih 1 Bulan: Semoga Bertahan
Profesi sebagai buruh serabutan
Sehari-hari Ason sebagai buruh serabutan, ia biasanya bisa membawa pulang upah Rp25.000 hingga Rp50.000.
Uang itu digunakan untuk memberi makan istri dan 5 anaknya.
Sedangkan istrinya merupakan buruh pembuat tempe dengan penghasilan Rp1 juta per bulan.
Dengan penghasilan tersebut, Ason Sopian dan istrinya tak bisa menyekolahkan kelima anak mereka.
"Kalau dirasakan tentunya tak cukup. Namun kami buat secukupnya, yang terpenting ada beras untuk dimasak," kata dia.
• Tanpa Lockdown, Korea Selatan Sukses Turunkan Kasus Corona, Tak Ada Lonjakan selama 1 Bulan Terakhir