Virus Corona di Magetan

Gelaran Labuhan Sarangan 2020 Batal Imbas Corona, Warga Tetap Bersih Desa dengan Ritual Sederhana

Acara Labuhan Sarangan yang biasa digelar di seputaran Telaga Pasir, Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan tahun ini ditiadakan imbas Corona.

TRIBUNJATIM.COM/DONI PRASETYO
Antisipasi pandemi Covid-19, acara Labuhan Sarangan yang merupakan event tahunan, dan sudah ditetapkan dalam kalender wisata Provinsi Jawa Timur, tahun ini ditiadakan. Padahal sedianya dilaksanakan, Minggu (19/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Upaya antisipasi sebaran virus Corona (Covid-19), acara Labuhan Sarangan tahun ini ditiadakan.

Gelaran yang masuk dalam agenda tahunan Kalender Wisata Jatim itu sejatinya bakal dilaksanakan Minggu (19/4/2020) besok.

Labuhan Sarangan merupakan gebyar tahunan yang biasa digelar di seputaran Telaga Pasir Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Pria Gresik Kaget Ada Wanita saat Buka Warung Kopi, Teriak Sambil Mau Lepaskan Baju, Lihat Endingnya

VIRAL Curhat Wanita Hamil Wajah Jadi Berubah Drastis, Kayak Nenek, Hati Hancur, Sikap Suami Hebat

"Sesuai agenda tahunan Wisata Gebyar Labuhan Sarangan, yang sedianya dilaksanakan Minggu (19/4/2020) besok, tapi karena kondisi tidak memungkinan, acara yang masuk Kalender Wisata Jawa Timur itu, tahun ini ditiadakan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Magetan Venly Tomy Nicolas, Jumat (17/4/2020).

Keputusan tersebut dibuat setelah diadakannya rapat antara aparat Pemerintah Kabupaten, Kelurahan, masyarakat dan para pelaku Jasa Wisata Sarangan, dipendopo Kelurahan Sarangan, sepekan lalu.

Ramalan Cinta Zodiak Besok Sabtu, 18 April 2020: Cancer Ucap Penghinaan, Virgo Sulit Menolak

Nella Kharisma Berduka, Salah Seorang Kru-nya Meninggal Dunia, Sang Biduan: Selamat Jalan Mas Bro

"Namun untuk rakaian lainnya seperti "Bersih Desa" yang dilakukan warga Kelurahan Sarangan tetap dilaksanakan dalam bentuk ritual secara sederhana, tidak mendatangkan massa, hanya perangkat kelurahan, tokoh masyarakat dan perwakilan warga," jelas Venly Tomy Nicolas.

Disebutkan Venly, acara warga Kelurahan setempat yang biasanya masuk dalam rangkaian Gebyar Labuhan Sarangan, diantaranya ritual doa pagar desa, nyekar dimakam leluhur (punden) Sarangan.

"Ritual di makam leluhur warga Sarangan itu dihadiri dari Perwakilan RT, RW, Perangkat Kelurahan dan Perwakilan Panitia yang seluruhnya, sesuai laporan Disparbud, berkumpul sebanyak 25 Orang,"tandas Venly. 

Penulis: Doni Prasetyo

Editor: Heftys Suud

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved