FAKTA Antibodi Covid-19 dari Darah Unta, Peneliti Ungkap Kebenaran Soal Virus & Terapi, Benar Ampuh?
Fakta penelitian terbaru menggunakan darah Onta belakangan menjadi perbincangan para peneliti, disebutkan bisa menjadi antibodi untuk virus corona.
TRIBUNJATIM.COM - Ada penemuan terbaru terkait Covid-19 yang menjadi perbincangan hangat para peneliti.
Hal itu terkait ditemukannya antibodi yang bisa digunakan untuk menyerang virus Corona.
Laporan tersebut dituliskan oleh para peneliti asal Belgia.
Fakta tentang penemuan tersebut pun mulai terkuak sedikit demi sedikit.
Seperti apa fakta selengkapnya?
• Apa Itu PSBB untuk Menghambat Laju Penyebaran Virus Corona? Ini Bedanya dengan Karantina Wilayah
• Bocor Alasan Putusnya Rizki DAcademy & Lesty Kejora, Nikita Mirzani Syok: Ya Allah! Nyebut Sayang
Simak uraian selengkapnya berikut ini:
Kabar baik dalam wabah Virus Corona atau Covid-19 yang pandemik di seluruh dunia datang dari Belgia.
Darah Unta atau darah Onta dan hewan satu famili dengan Onta (famili Camelidae) seperti Ilama dan Alpaca memiliki antibodi atau bisa jadi antibodi Virus Corona (Coronavirus)
Sebuah laporan yang ditulis dailymail.co.uk via Warta Kota menyebutkan, harapan untuk vaksin Virus Corona atau Coronavirus sekarang dapat bergantung pada darah llama (Onta).

Informasi itu didapat setelah para ilmuwan menemukan antibodi yang terdapat di dalam darah Ilama atau hewan Onta, bisa membantu menetralkan Virus Corona atau Covid-19.
Para peneliti dari Institut Vlaams untuk Bioteknologi di Ghent, Belgia, telah melaporkan molekul dalam darah Onta dapat berfungsi sebagai terapi yang berguna selama wabah Coronavirus.
"Kelayakan menggunakan (antibodi llama) ... perlu diselidiki lebih lanjut," demikian sebuah laporan yang dilihat oleh Sunday Times via Warta Kota.
• Pernah Viral PENGAKUAN HOTMAN Soal Prostitusi Kelas Atas: Penyewanya hingga Cara Agar Tak Ketahuan
Antibodi ini, yang pertama kali digunakan dalam penelitian HIV.
Antibodi ini ternyata telah terbukti efektif melawan virus seperti Middle East Respiratory Syndrome atau Virus MERS dan Severe Acute Respiratory Syndrome atau Virus SARS pada masa lalu.
Sifat luar biasa dari antibodi yang ditemukan dalam darah Onta.
Jenis hewan Unta yang dimaksud adalah yang biasa kita kenal dengan Onta, llama dan Alpaka.

Fakta terkait penelitiannya pertama kali ditemukan oleh Universitas Brussels, Belgia, pada tahun 1989.
Ukuran kecil dari antibodi memungkinkan mereka untuk menargetkan virus mikroskopis lebih efektif dalam apa yang dikenal sebagai teknologi nanobody.
Studi di Korea Selatan lainnya, yang dilaporkan dalam jurnal Cell Host dan Microbe, telah menemukan ferret yang terinfeksi Covid-19 merespons serupa pada manusia.
Antibodi dari unta ini dapat menjadi alat yang berguna untuk mengevaluasi kemanjuran [pengobatan antivirus] dan vaksin pencegahan.

Para peneliti di Hong Kong, China, juga menemukan hamster Suriah memiliki reaksi terhadap Covid-19 yang mirip dengan manifestasi infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah pada manusia.
Penelitian yang dipublikasikan di majalah Science ini menemukan delapan berat badan hamster yang hilang, menjadi lesu, dan mengembangkan bulu yang acak-acakan, postur membungkuk, dan pernapasan cepat ketika terinfeksi virus.
Hewan Onta, Ilama dan Alpaca masih satu famili Camelidae.
Ada perbedaan di beberapa bagian tubuh dari binatang tersebut.
• Kegalauan Hati Yuni Shara 3 Minggu Tak ke Salon karena Corona, Sebut Ubannya Makin Banyak: Udah Tua

Ilama memiliki telinga dengan ukuran lebih panjang dengan bentuk menyerupai pisang.
Telinga Alpaca berbentuk runcing dan lebih pendek dibanding dengan telinga Ilama.
Selain itu, ukuran tubuh Llama lebih besar dan tinggi dibandingkan dengan Alpaka.
Ilama dewasa tingginya bisa mencapai 120 cm dengan berat 113 kg.
Alpaca tingginya hanya 91 cm dengan berat rata-rata 65 kg.
Alpaca adalah hewan dalam famili Camelidae yang paling kecil.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kasus Virus Corona atau Covid-19 sampai Jumat (19/4/2020) telah mencapai 2.241.359 kasus terkonfirmasi.
Jumlah kasus Virus Corona di dunia pada Jumat bertambah 81.153 kasus dibandingkan hari Kamis.
Jumlah pasien Corona meninggal dunia tercatat 152.551 orang atau bertambah 6.463 orang dibandingkan sehari sebelumnya.
Di Eropa, kasus Covid-19 tercatat 1.122.189 dikonfirmasi atau bertambah 35.300 kasus.
Jumlah kematian pasien Corona di Eropa telah mencapai 100.938 orang (tambah 3.737 orang).
• 3 Aksi Nyata Menantu Jokowi Bantu Korban Corona, Bagikan APD hingga Sembako, Bobby: Gotong Royong

Di wilayah atau Benua Amerika terdapat 821.860 kasus (bertambah 37.589 kasus).
Jumlah pasien Corona di benua Amerika yang meninggal mencapai 38.258 orang (bertambah 2516 orang).
Wilayah Pasifik Barat 130.696 dikonfirmasi (1440), 5621 kematian (23).
Wilayah Mediterania Timur 124.691 dikonfirmasi (4008) dan 5.908 kematian (124)
Wilayah Asia Tenggara 27.319 dikonfirmasi (2028) dan 1185 kematian (51).
Wilayah Afrika 13.892 dikonfirmasi (788) dan 628 kematian (12).
Artikel di atas telah tayang sebelumnya di Warta Kota dalam judul UPDATE Corona Virus, Peneliti Belgia Temukan Fakta Baru Darah Onta Mengandung Antibodi Covid-19