Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Muncul Slogan ACAB dan Kode 1312 di Media Sosial Pasca Demo 28 Agustus, Apa Maknanya?

Media sosial X (Twitter) diramaikan dengan slogan ACAB dan kode numerik 1312, apa maknanya?

TRIBUNNEWS/HERUDIN
BENTROKAN - Demonstran bentrok dengan polisi di sekitar Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (28/8/2025). Paska gelombang demonstrasi besar, muncul slogan ACAB dan kode numerik 1312 di media sosial X (Twitter). 

TRIBUNJATIM.COM - Media sosial X (Twitter) diramaikan dengan slogan ACAB dan kode numerik 1312 di tengah gelombang demonstrasi besar di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

Kedua istilah ini menjadi simbol perlawanan yang banyak digunakan warganet untuk mengekspresikan kekecewaan terhadap aparat kepolisian.

Apalagi setelah insiden tragis kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (210.

Affan usai ditabrak dan dilandas oleh kendaraan taktis (Rantis) Brimob Polri yang di dalamnya terdapat tujuh anggota polisi.

Lantas apa makna ACAB dan kode 1312?

Baca juga: Jumlah Massa Demo 25 dan 28 Agustus yang Ditahan Polisi Kata Komnas HAM, Ratusan Korban Luka-luka

Apa itu ACAB dan 1312?

Dikutip dari kompas.tv, ACAB merupakan singkatan dari All Cops Are Bastards. Frasa ini bukan fenomena baru. 

Dilansir dari GQ, ungkapan tersebut sudah muncul sejak awal abad ke-20 di Inggris sebagai jargon buruh dan pekerja yang berhadapan dengan aparat. 

Pada dekade 1940-an, tahanan di Inggris kerap menuliskan “ACAB” di pakaian penjara.

Istilah ini kemudian populer dalam subkultur punk dan skinhead pada 1970–1980-an. 

Band Oi! asal London, The 4-Skins, bahkan merilis lagu berjudul “A.C.A.B.” pada 1982 yang membuat frasa tersebut semakin dikenal luas di Eropa.

Sejak saat itu, ACAB menjadi simbol global perlawanan terhadap tindakan represif aparat keamanan.

Baca juga: Sosok Pengemudi Rantis yang Tabrak dan Lindas Affan Driver Ojol hingga Tewas Terungkap

Namun, karena dianggap menghina institusi kepolisian, frasa ini menuai kontroversi di banyak negara. 

Anti-Defamation League (ADL) di Amerika Serikat, misalnya, memasukkan ACAB dalam daftar simbol kebencian. 

Di beberapa negara Eropa, orang yang memakai kaus atau menampilkan spanduk dengan tulisan ini bisa dijatuhi denda.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved