Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Virus Corona di Malang

Bantuan Telur untuk Warga Terdampak Covid-19 di Malang Terdunda, Bupati Sanusi: Masih Pengemasan

Penyaluran bantuan telur untuk warga terdampak wabah virus Corona tertunda. Bupati Malang, Muhammad Sanusi ungkap telur masih dalam pengemasan.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Bupati Malang memberikan bantuan nasi kotak di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. Tampak warga berkumpul menanti nasi kotak dari Pemkab Malang. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi menuturkan pembagian bantuan telur ayam kepada masyarakat terdampak wabah virus Corona ( Covid-19 ) masih tertunda.

Penyebabnya, telur yang bakal dibagikan ke masyarakat masih dilakukan pengemasan.

"Telurnya sedang pengemasan. Karena banyak juga itu jumlahnya," ujar Muhammad Sanusi ketika dikonfirmasi, Selasa (21/4/2020).

Skandal Suami Hamili Ibu Mertua, Akhiri Rumah Tangga Hanya Dalam 2 Bulan

Atta-Aurel Kerap Mesra saat Ngevlog, Pakar Mikro Espresi Gemes Soal Arti Tatapan & Sikap Malu-malu

Terkait kapan kepastian penyerahan bantuan telur ayam kepada warga, Sanusi belum menerangkan secara gamblang.

Ia meminta masyarakat yang mendapat bantuan, agar sabar menunggu.

"Tetap dilanjutkan itu bantuan telurnya," kata pengusaha tebu asal Gondanglegi itu.

Peringati Hari Kartini, Perempuan Golkar Jatim Salurkan 3.000 Paket Sembako di Sejumlah Wilayah

150 Warga Sampang Daftar Program Kartu Pra Kerja Gelombang Pertama, Cuma Satu Orang Lolos Seleksi

Bantuan telur satu kilogram tersebut sejatinya disalurkan bersamaan dengan paket sembako beras kemasan 10 kilogram.

Karena alasan tertentu, bantuan telur tersebut ditunda sementara waktu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sebelumnya telah memenuhi janjinya membagikan sembako beras bagi 525 ribu kepala keluarga di wilayahnya, Rabu (15/4/2020) beberapa waktu lalu.

Ajak Bersatu Lawan Covid-19, Kanwil Kemenkumham Jatim Salurkan Ribuan Sembako dan Alat Kesehatan

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu yang terdampak wabah virus corona. Biayanya menelan anggaran Rp 22 miliar sumbernya dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Pemkab Malang menegaskan jika ada warganya yang merasa tidak mampu, namun belum mendapat bantuan sembako, bisa mengajukan melalui kantor desa sesuai domisili.

"Bagi semua masyarakat yang terdampak di Kabupaten Malang akan mendapat bantuan, jika ada yang berhak tapi masih belum mendapat jatah bisa mengajukan lewat pemerintah desa," jelas Sanusi. (ew)

Penulis: Erwin Wicaksono

Editor: Heftys Suud 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved