Sepak Bola saat Wabah Virus Corona

Pemain Persebaya Koko Ari Ungkap Kendala saat Latihan Online, Sinyal Lemot sampai Suara Tak Sinkron

Persebaya Surabaya melakukan latihan bersama via online. Koko Ari pun menceritakan kendalanya saat mengikuti latihan online di tengah libur kompetisi.

TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
Pemain Persebaya Surabaya, Koko Ari, saat latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (26/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Latihan bersama secara online menjadi cara Persebaya Surabaya memantau progres pemainnya di tengah libur kompetisi Liga 1 2020, akibat pandemi virus Corona atau Covid-19.

Mereka melakukan latihan tersebut memanfaatkan aplikasi video teleconference sebanyak tiga kali dalam seminggu, dengan arahan tim pelatih.

Namun, di balik praktisnya latihan online, bek berusia 20 tahun milik Persebaya Surabaya, Koko Ari Araya, mengalami beberapa kendala yang disebabkan sinyal.

Bek Persebaya Koko Ari Pilih Jualan Salad Buah dan Puding saat Libur Kompetisi di Bulan Ramadhan

Ini yang Membuat Bek Arema FC Tetap Bersyukur Meski Kompetisi Dihentikan Sementara akibat Covid-19

"Kadang kalau lagi lemot sinyalnya, selalu ketinggalan dengan yang lain," kata Koko Ari, Minggu (26/4/2020).

Masih karena sinyal, pemain yang pernah mencicipi latihan Timnas Indonesia besutan Shin Tae Yong ini kadang menemukan kondisi gambar dan suara tidak sinkron.

Alhasil Koko Ari kesulitan mengikuti gerakan yang diberikan oleh tim pelatih dan membuat proses latihan secara online itu menjadi kurang maksimal.

Namun tidak ada pilihan lain saat kondisi seperti ini, Persebaya Surabaya belum bisa melakukan latihan bersama karena situasi belum kondusif akibat virus Corona.

Lelang Jersey Gelandang Persebaya M Hidayat untuk Penanganan Covid-19 Berakhir, Terjual Rp 2,7 Juta

Selain Latihan, Bek Persela Lamongan Novan Setya Sasongko Sibuk di Dapur selama Liga 1 2020 Mandek

"Kadang gerakan di video berhenti, tapi suaranya jalan, kan jadinya susah buat ngikutinnya," imbuh pemilik nomor punggung 33 di skuad Bajul Ijo itu.

Selain berlatih, di tengah berhentinya kompetisi karena Covid-19, dia dan kakaknya membangun usaha kecil, yakni berjualan salad buah dan puding cokelat.

Dia memulai jualan salad buah dan puding cokelat pada sore hari di kawasan Wiyung, Surabaya, dengan memanfaatkan ruang kosong di mobil.

Editor: Dwi Prastika

Sayangkan Mundurnya Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI, Kapten Persik Berharap Penggantinya Lebih Baik

Hasil Rapid Test Kedua Atlet Pelatnas Cipayung, Sekretaris Jenderal PP PBSI: Semua Negatif Covid-19

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved