Breaking News:

PPDB Surabaya

KONI Surabaya Sebut PPDB tahun 2020 Bagi Para Atlet Harus Berpedoman MoU KONI Jatim Dan Diknas Jatim

Ketua KONI Surabaya, Hoslih Abdullah berharap PPDB Surabaya 2020 tetap mengacu pada MoU Dinas Pendidikan dan KONI Jatim.

KONI Surabaya Sebut PPDB tahun 2020 Bagi Para Atlet Harus Berpedoman MoU KONI Jatim Dan Diknas Jatim
Istimewa/ TribunJatim.com
Ketua Umum KONI Surabaya Hoslih bersama Kadispora Jatim dan Ketua Umum PRSI Surabaya usai penutupan kejuaraan renang beberapa waktu lalu

TRIBUNJATIM.COM - Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah berharap agar dalam proses Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) Surabaya 2020 bagi atlet berprestasi, tetap mengacu pada Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Pendidikan Jatim dan KONI Jatim.

Dalam rapat koordinasi pengurus di kantor KONI Surabaya Jl. Bogen 1 Surabaya, Senin (27/4/2020), Hoslih Abdullah mengingatkan agar para atlet berprestasi internasional, nasional atau regional (Jatim) yang akan mengikuti PPDB SMP dan SMA sederajat, mendapat kemudahan masuk ke sekolah negeri.

Ketua KONI Surabaya Imbau Jajarannya Berpartisipasi dalam Penanganan Covid-19 di Kota Pahlawan

Prihatin dengan Dampak Covid-19 Bagi Warga, KONI Surabaya Bakal Gelar Baksos Rutin hingga Ramadan

“Saya berharap PPDB untuk jalur prestasi atlet harus mengacu pada MoU yang sudah ditandatangani oleh Dinas Pendidikan dan KONI Jatim,” ucap Cak Dullah sapaan akrabnya, seperti dikutip surya.co.id dari laman KONI Surabaya, Rabu (29/4/2020).

Seperti diketahui, pada 19 Maret 2019, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman dan Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang tertuang pada MoU nomor 120.23/1/100/PKS/033.4/2019.

Bab V (Kewajiban dan Hak) pasal 5b kesepakatan itu menjelaskan, ‘menerima atlet juara tingkat internasional, nasional dan regional (Jatim) atas rekomendasi pihak kedua (KONI Jatim) untuk dapat sekolah di SMA/SMK dan yang sederajat di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Jatim'.

Karena itu Hoslih berharap, tidak terjadi lagi polemik seperti PPDB 2019 saat beberapa atlet yang memenuhi syarat malah tidak bisa masuk SMA/SMK negeri.

“Tahun kemarin tidak sesuai dengan MoU. Ada atlet yang prestasinya sudah memenuhi kriteria namun tidak diterima di SMA/SMK negeri. Kalau mengacu pada MoU itu pasti tidak akan terjadi polemik,” paparnya.

Selanjutnya, lelaki yang juga ketua ormas Pemuda Pusura ini menjelaskan, KONI Surabaya bakal mengedarkan surat pemberitahuan ke seluruh pengurus cabang olahraga (Pengkot Surabaya) agar mendata prestasi para atlet baik yang duduk di bangku SD, SMP maupun SMA.

“Untuk SD dan mau melanjutkan ke SMP nanti kita beri rekomendasi, sedangkan yang lulus SMP dan akan melanjutkan ke SMA maupun SMK, nanti kita mintakan rekom ke KONI Jatim,” pungkasnya.

Penulis: Taufiqur Rohman
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved