Semarak Ramadhan 2020
Tips dan Trik Bangunkan Anak Makan Sahur dari Psikolog Unair Surabaya: Tidak dengan Dipaksa
Psikolog Anak Universitas Airlangga Dr Primatia Yogi Wulandari bagi tips dan trik membangunkan anak-anak untuk makan sahur.
Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Melatih anak berpuasa sejak dini tentunya membutuhkan usaha ekstra, terutama saat membangunkan anak untuk makan sahur.
Kerap kali anak akan susah untuk bangun sahur dini hari karena sudah terbiasa bangun di pagi hari.
Untuk itu, orangtua harus punya trik khusus untuk membangunkan anak-anak sahur.
• 100 Pegawai Pabrik Rokok Sampoerna Rungkut Surabaya Reaktif Covid-19 Versi Rapid Test: Besok Swab
• Kisah Wanita Cantik Nikah Cuma 5 Bulan Dulu Viral, Pacaran 5 Tahun Kedok Suami Baru Terkuak: Dicekik
Karena, jika anak tidak bangun untuk makan sahur, dapat dipastikan si anak akan sulit menahan lapar ketika puasa seharian.
Psikolog Anak Universitas Airlangga Dr Primatia Yogi Wulandari, M. Si., Psikolog mengatakan, melatih anak berpuasa memang perlu dilakukan sejak dini.
"Pembiasaannya tentu saja tidak dengan cara yang dipaksa," kata Dr Primatia Yogi Wulandari, M. Si., Psikolog pada TribunJatim.com.
• Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Kebanjiran APD, Dapat Kiriman Ribuan Masker dari BMH Gerai Malang
• PT HM Sampoerna Siap Mengikuti Protokol Penghentian Penyebaran Covid-19 di Pabrik Rungkut 2
Untuk itu, lanjutnya, dalam membangunkan sahur anak supaya kuat berpuasa, orangtua juga harus melakukan pembiasaan pada anak.
Beberapa hal lain sebagai upaya membangunkan anak sahur juga bisa dilakukan, salah satunya dengan mengusahakan anak tidak tidur terlalu malam.
"Kalau anak bisa tidur lebih awal dan tidak terlalu malam, orangtua akan lebih mudah membangunkan anak untuk ikut makan sahur. Tapi jika tidurnya terlalu larut akan sulit," kata dia.
• Nasib Pabrik Sampoerna Rungkut Seusai 100 Karyawan Reaktif Rapid Test: Stop Produksi Sejak 27 April
Dr. Primatia Yogi Wulandari, M. Si., Psikolog menjelaskan, sebaiknya orangtua memberitahu anak bahwa ia akan mengajaknya makan sahur.
"Sebelum tidur, anak sebaiknya diberitahu bahwa akan dibangunkan lebih awal untuk makan sahur bersama," ujarnya.
Bila anak masih mengantuk ketika dibangunkan, lanjutnya, anak bisa saja digendong dan dibawa ke meja makan untuk mengkondisikan sahur.
Namun, bila anak belum mau untuk makan, Dr Primatia Yogi Wulandari, M. Si., Psikolog menganjurkan orangtua untuk tidak memaksa anak untuk makan.
"Yang penting anak sudah mau bangun sahur," katanya.
Trik lain yang bisa dilakukan orangtua untuk membangunkan anak untuk sahur yakni dengan mengajak anak membasuh wajah.
"Anak diajak untuk ke kamar mandi, lalu wajahnya diusap air atau buang air. Diharapkan anak bisa lebih segar ketika akan makan sahur," pungkasnya.
Penulis: Melia Luthfi Husnika
Editor: Heftys Suud