Virus Corona di Surabaya
Sekda Pemprov Jatim : Tidak Ada Penarikan Produk dari PT HM Sampoerna
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan tidak akan ada penarikan produk PT HM Sampoerna Tbk.
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan tidak akan ada penarikan produk PT HM Sampoerna Tbk.
Keputusan tersebut sekaligus sebagai tindak lanjut hasil dari koordinasi antara Sekretaris Daerah dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
“Tidak ada penarikan produk dari PT HM Sampoerna,” tegas Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (4/5/2020) malam.
Hal ini sekaligus menjadi konfirmasi atas pernyataan Heru Tjahjono sebelumnya yang mengatakan akan melakukan koordinasi lanjutan mengenai wacana penarikan terhadap produk-produk yang pabriknya ditemukan karyawan positif Covid-19.
Kepala Gugus Kuratif Joni Wahyuhadi sebelumnya menyatakan virus pada dasarnya terdiri dari partikel protein, yang terbungkus lemak dan hanya bisa bertahan di benda hidup. Jika menempel di benda mati, maka virus akan segera mati.
"Hasil penelitian menyebutkan, daya tahan virus itu saat menempel di kertas hanya bertahan tiga jam. Hasil penelitian lainnya, virus bisa bertahan dua hari,” kata Joni Wahyuhadi.
• Kondisi Yan Vellia, Tangisan Pecah di Depan Jenazah Didi Kempot, Tak Henti Elus Wajah Sang Suami
• UPDATE Kasus Covid-19 Pabrik Sampoerna, 45 Karyawan Karantina di Dua RS, 53 Isolasi Mandiri di Hotel
• Ribuan Tiket KA Mudik Lebaran Dari Daop 7 Madiun Belum Dibatalkan
Pendapat senada disampaikan Shoim Hidayat, Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya. Menurut ia, berdasarkan sejumlah kajian Covid-19 rata-rata hanya bertahan beberapa jam hingga maksimal dua hari jika menempel pada benda mati.
“Mengenai potensi penularan sangat tergantung kepada perilaku masyarakat,” kata Shoim Hidayat.
Shoim Hidayat menambahkan, masyarakat perlu mengetahui cara penularan virus Corona atau Covid-19.
Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan berbagai langkah pencegahan dan tidak ketakutan berlebihan yang memunculkan stres dan kepanikan.
Menurut Shoim Hidayat, setiap orang memiliki potensi terkena Covid-19, baik pekerja atau masyarakat umum. Sebab, Covid-19 memiliki tingkat penularan tinggi terutama jika berada pada droplet atau percikan yang keluar saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.
“Ini harus ditekankan betul kepada masyarakat, sehingga kita sadar untuk tidak tertular dan menularkan,” kata Shoim Hidayat.
Itulah sebabnya, pemerintah dan Badan Kesehatan Dunia mengimbau masyarakat menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik (physical distancing) minimal 1 meter saat melakukan interaksi sosial. Selain itu, melakukan pembersihan terhadap barang-barang yang berpotensi terkena droplet.
Shoim juga meminta masyarakat untuk tidak mengasingkan mereka yang terkena Covid-19. Penderita Covid-19 justru memerlukan dukungan masyarakat sekitar agar segera sembuh.
“Dengan mematuhi semua prosedur kesehatan (physical distancing, cuci tangan memakai masker, dan sebagainya) itu sudah cukup. Karena itu langkah strategis untuk memutus penularan. Jadi tidak perlu diasingkan,” kata Shoim Hidayat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-fotomikroskopik-virus-corona-yang-menjadi-pandemi-dunia.jpg)