Tips Berkendara di Jalanan Sepi dari MPM Honda, Terapkan Danger Prediction: Sepi Bukan Berarti Aman

MPM Honda bagikan tips bagi yang masih harus tetap berkendara saat jalanan sepi karena PSBB Surabaya. Sepi tak berarti aman: perlu danger prediction.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
ILUSTRASI - biker sedang berkendara di jalanan sepi Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Saat PSBB Surabaya, sebagian besar warga banyak melakukan aktivitas dari rumah. 

Kondisi ini otomatis membuat jalanan Surabaya lenggang

Berkendara di jalanan yang sepi, bukan berarti bisa seenaknya.

MPM Honda mengimbau, saat berkendara di jalanan sepi perlu menerapkan danger prediction.

Catat Senin 11 Mei 2020, Bantuan Uang Tunai Rp 600 Ribu untuk Warga Surabaya Terdampak Covid-19 Cair

Kisah Pilu Cewek Pacaran 5 Tahun dari SMA Dulu Viral, Syok Tahu Gadis Lain Hamil setelah Lamaran: Oh

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Instruktur Safety Riding MPM Honda, Hari Setiawan.

"Bagi yang masih beraktifitas di jalan raya, khususnya yang sepi, agar lebih waspada, karena selain memang harus punya skill berkendara, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu berkendara salah satunya yakni danger prediction," Hari kepada TribunJatim.com, Rabu (6/5/2020) di Safety Riding Center MPM Distributor, Jalan Raya Sedati.

Crazy Rich Surabaya Bagikan Kardus Berisi Uang Jutaan Rupiah dan Sembako di Jalan

Derita Perempuan Muda, Dinikahi Tak Resmi Saat Usia 13 Tahun, Dipukuli karena Tidak Bisa Masak

Jadi yang dimaksud perlu punya kemampuan danger prediction saat berkendara dijalan yang sepi adalah pandangan mata harus lurus kedepan dan fokus pada jalanan yang akan dilalui.

Hal ini dilakukan agar jalanan dan sekitarnya bisa terpantau dengan luas sehingga kalau ada potensi bahaya bisa segera dihindari dan apabila lengah sedikit atau tidak fokus melihat ke depan bisa berakibat fatal.

Pada teknik itu juga pandangan mata dan kecepatan motor juga harus disesuaikan.

"Padangan mata dan kecepatan perlu disesuaikan agar jika ketika tiba-tiba ada yang menyebrang pada jarak 100 meter dan kecepatan motor 80 km/jam, maka pengendara bisa menghindari tetapi jika pengendara hanya melihat 30 meter kedepan, rintangan tersebut tidak bisa terpantau karena tiba-tiba harus mengerem pada jarak 30 meter dengan kecepatan 80 km/jam," jelasnya.

Di jalanan naik turun pun juga begitu, lanjut Hari, pandangan mata yang jauh kedepan juga berguna untuk mengantisipasi penggunaan gigi, pengendara bisa siap-siap umpan gigi lebih rendah dan saat jalan menurun bisa disiapkan gigi yang pas untuk engine brake.

"Berkaca dari itu semua, maka bukan berarti saat ini jalanan yang sepi berarti aman untuk berkendara dan apabila kemampuan danger prediction kita rendah, maka bisa mengalami kecelakaan yang tidak kita duga sebelumnya atau istilahnya dikalangan para bikers lebih dikenal dengan panic acident," pungkasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Heftys Suud

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved