Diduga Membobol Kartu Kredit Warga Asing, Warga Gresik Dituntut Hukuman Penjara 2,5 Tahun

Terdakwa Ahmad Syauqi (21), warga Desa Wotan Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur dituntut jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Gresik

(surya/Sugiyono)
Sidang online kasus cyber crime dugaan pembobolan kartu kredit warga asing terhadap terdakwa Syauqi, Rabu (6/5/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa Ahmad Syauqi (21), warga Desa Wotan Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur dituntut jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Gresik dengan hukuman selama 2 tahun, 6 bulan.

Terdakwa, diduga melakukan kejahatan cyber crime membobol kartu kredit warga asing untuk membeli tiket pesawat, Kamis (7/5/2020).

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik Eddy. Pihak jaksa penuntut umum Budi Prakoso, menuntut terdakwa Ahmad Syauqi terbukti secara sah melanggar Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik juncto Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik Juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Perbuatan terdakwa Ahmad Syauqi melanggar Undang-undang tentang informasi dan Transaksi elektronik orang lain tanpa izin. Menggunakan kartu kredit warga asing untuk kepentingan pribadi," kata Budi Prakoso.

Dari bukti-bukti persidangan dan keterangan saksi, bahwa terdakwa Ahmad Syauqi bersalah, sehingga menuntut terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan.

"Menuntut terdakwa Ahmad Syauqi dengan hukuman penjara selama dua tahun dan enam bulan. Terdakwa juga tetap ditahan," imbuhnya.

Fenomena Cara Hidup Satu Suku di Dunia yang Bebas Virus Corona, Kuncinya Pemerintah, Ini Rahasianya

Ibu di Lamongan Bonceng 3 Anaknya Ditabrak Truk Tangki, Sopir Diduga Ngantuk: Bocah 8 Tahun Selamat

Atta & Aurel Bakal Nikah Muda, Putri Ashanty Tanya Hukum Nikah ke Gus Miftah, Anang: Berarti Segera?

Atas tuntutan hukuman terhadap terdakwa Ahmad Syauqi, penasihat hukum terdakwa yaitu Nur Aziz dari LBH Lentera Yustisia, Tuban, mengatakan, tuntutan hukuman tersebut sangat memberatkan terdakwa. Sebab, unsur pidana yang diuraikan dalam surat dakwaan tidak terbukti secara sah dan menyakinkan. Sehingga, seharusnya terdakwa dibebaskan.

"Dalam pledoi pekan depan, akan disampaikan secara tertulis kepada majelis hakim agar terdakwa Ahmad Syauqi dibebaskan," kata Nur Aziz.

Diketahui, terdakwa Ahmad Syauqi ditangkap jajaran tim cyber crime Polda Jawa Timur pada 25 Nopember 2019 di rumahnya. Diduga, terdakwa membobol kartu kredit warga negara asing untuk keperluan pribadinya. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved