Virus Corona di Ngawi

Polantas Ngawi Jatim Amankan Pemudik, Kelabuhi Petugas Pemudik Dari Jakarta ini Sewa Mobil Towing

Polisi Lalu Lintas (Polantas) Resor Ngawi, Jawa Timur berhasil mengamankan sebanyak 25 orang pemudik dari Jakarta dan kota besar lainnya,

Surya/ Doni Prasetyo
Polisi Lalu Lintas (Polantas) Resor Ngawi berhasil meminta pemudik yang naik mobil diatas towing (derek) carteran dari Jakarta ke Surabaya dengan biaya Rp 6.000.000, itu turun, untuk dilakukan tes kesehatan. 

TRIBUNJATIM.COM, NGAWI - Polisi Lalu Lintas (Polantas) Resor Ngawi, Jawa Timur  berhasil mengamankan sebanyak 25 orang pemudik dari Jakarta dan kota besar lainnya, menuju ke berbagai kota, ada yang sampai mencarter mobil towing (tarikan), untuk mengelabui petugas di check point/exit tol atau pintu penyekatan Ngawi.

"Berbagai cara dilakukan pemudik untuk bisa mudik ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarganya di kampung seperti dilakukan sejumlah pemudik asal Jakarta dengan tujuan Surabaya ini,"kata Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Bobby M Zulfikar kepada Surya, Jumat (15/5).

Dikatakan Bobby, pemudik yang berniat mengelabuhi petugas di check point atau pintu penyekatan Ngawi ini sampai rela mencarter mobil towing (derek) dan membuat rekaan seakan akan mobilnya rusak.

"Pemudik ini membuat seakan akan mobilnya yang penuh penumpang itu rusak dan diangkut menggunakan menggunakan towing dari Jakarta sampai Surabaya dengan biaya tinggi," ujar Bobby kepada TribunJatim.com.

Menurut Kasat Bobby, sejumlah 25 orang pemudik yang diamankan itu, sesuai pengakuannya, akan pulang kampung. Namun usaha mengakali petugas dengan berbagai cara di check point Ngawi bisa dibongkar.

Warga Bendul Merisi Selatan Surabaya Hiasi Pintu Portal Dengan Puluhan Sembako Gratis

BERITA TERPOPULER JATIM: Kumpulan Aksi Nekat Mudik Warga +62 hingga Info PSBB Jilid II Surabaya Raya

BERITA TERPOPULER SELEB: Potret Masa Lalu Didi Kempot dan Yan Vellia hingga Cerita Cornelia Agatha

"Pikir pemudik, dengan mencarter mobil towing itu akan bisa mengakali dan lolos melewati petugas yang ada di check point, dan bisa sampai tujuan di kampung halamannya," ujar AKP Bobby kepada TribunJatim.com.

Setelah didata, lanjut Bobby, pemudik nekad sebanyak 25 orang itu langsung diminta putar balik kembali ke arah Jakarta. Sedang mobil towing dan mobil yang digunakan bersembunyi, ditilang dan diamankan.

"Tujuh pemudik yang naik mobil di atas towing, dan 18 pemudi lainnya yang naik travel, mobil pikup, mobil pertanian, diperiksa kesehatanya sebelum dipulang ke tempat asal," ujar Kasat Lantas Ngawi Bobby M Zulfikar kepada TribunJatim.com.

Dipaparkan AKP Bobby, satu keluarga terdiri dari tujuh orang pemudik yang mencarter towing dari Jakarta ke Surabaya untuk dinaiki mobilnya itu dikenai biaya sebesar Rp 6.000.000 oleh pemilik towing.

"Arus pemudik nekad dari Jakarta dan kota kota lain akan terus berdatangan hingga mendekati Lebaran. Pekan depan ini perkiraan merupakan puncak arus mudik," kata Kasat Lantas Resor Ngawi AKP Bobby Muhammad Zulkifar.(Doni Prasetyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved