Pengedar Narkoba di Sidoarjo Ditangkap

Dua Hari Sekali, Home Industri Sabu asal Semarang Bisa Produksi 5 Kilogram Sabu

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, yang mendatangi rumah industri sabu-sabu di kawasan Perumahan Graha Taman Pelangi C3, Semarang

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Dua tersangka yang merupakan produsen sekaligus pengedar saat dikeler di rumah produksinya di Semarang Jawa Tengah 

TRIBUNJATIM.COM,  SURABAYA - Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, yang mendatangi rumah industri sabu-sabu di kawasan Perumahan Graha Taman Pelangi C3, Semarang, Jawa Tengah mendapati fakta mengejutkan.

Dalam operasionalnya, industri sabu-sabu rumahan itu dapat memproduksi minimal 5 kilogram dan 2 hari.

Hal itu disampaikan oleh dua tersangka yakni, Dedik A. Manik (42) warga Mengkudu Blok M, Jakarta Utara dan Novin Adrian warga (36) warga Dusun Gowok, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah yang merupakan produsen barang haram tersebut.

"Untuk sekali produksi, itu dua hari bisa hasilkan 5 kilogram sabu. Dan itu tergantung pasokan bahan dari Malaysia," kata Kepala BNNP Jatim, Brigjend Pol Bambang Priyambadha, Senin (18/5/2020).

Sebelumnya dua produsen serbuk haram itu ditangkap tim pemberantasan BNNP Jatim di sebuah hotel Jalan Raya Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Minggu (17/5/2020) siang.

Dua produsen sekaligus pengedar sabu itu mendatangi dua pengedar asal Jawa Timur yakni, M Nasirin alias Cak Imin (31) warga Pagerjowo, Buduran, Sidoarjo dan Eko Susan Indarto (40) warga Pucangro, Lamongan dan hendak bertransaksi sekitar 200 gram sabu.

Raffi Ahmad Kepo Zaskia Gotik Ngebet Punya Anak, Istri Sirajuddin: Gas Terus, Jangan Kasih Kendor

Dari penangkapan itu, petugas BNNP Jatim menemukan tujuh paket sabu dengan berat total 5,319 Kilogram yang dikemas dalam kertas coklat di dalam tas dengan kunci gembok.

Pengedar Sabu di Wilayah Sidoarjo Dibekuk

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Membongkar praktik peredaran narkotika di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya, Minggu (17/5/2020) siang kemarin.

Dua pengedar ditangkap dalam sebuah hotel di kawasan Raya Pabean, Payan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo bersama dua produsen sabu sekaligus.

Mereka bertemu untuk melakukan transaksi sabu yang sudah dibawa oleh dua produsen bernama Dedik A. Manik (42) warga Mengkudu Blok M, Jakarta Utara dan Novin Adrian warga (36) warga Dusun Gowok, Kabupatrn Kendal.

Dua pengedar itu adalah M Nasirin alias Cak Imin (31) warga Pagerjowo, Buduran, Sidoarjo dan (40) warga Pucangro, Lamongan.

Saat tim pemberantasan BNNP Jatim bergerak, di dalam kamar hotel nomor 103 yang digunakan pertemuan keempat tersangka itu ditemukan sebanyak tujuh paket narkotika jenis sabu masing-masing berisi, 1030 gr, 1032 gr, 1033 gr, 1030 gr, 1032 gr, 107 gr dan 55 gr dengan total sebanyak 5,319 kilogram.

Keempatnya pun diinterogasi hingga dua diantaranya mengakui memiliki sebuah home industri sabu di wilayah perumahan Graha Taman Pelangi C3, Semarang, Jawa Tengah.

Pensiun dari Bulu Tangkis, Lihat Deretan Medali Tontowi Ahmad, Pernah Hattrick Juara di All England

BREAKING NEWS - BNNP Jatim Bekuk Pengedar Sabu di Sidoarjo, Temukan Home Industri Sabu di Semarang

BREAKING NEWS - Mobil Garry, Koreografer Asal Jember Yang Tewas Ditemukan Polisi

Kepala BNNP Jatim, Brigjend Pol Bambang Priyambadha mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan tim pemberantasan setelah melakukan profiling dari informasi masyarakat.

"Awalnya di seputaran Sidoarjo itu sering dijadikan tempat transaksinya jaringan ini. Kemudian tim berantas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timurlakukan profiling dan penyelidikan hingga akhirnya kami temukan empat tersangka dalam sebuah kamar hotel di sekitar Sedati, Sidoarjo," kata Bambang, Senin (18/5/2020).

Setelah diinterogasi, petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur  kemudian berbagi tugas dengan memilah dua tersangka pengedar yang membeli dlsabu dari produsen untuk dibawa ke Mako Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, sedang dua lainnya dikeler menuju tempat produksi di wilayah Semarang.

"Disana (Semarang,red) kami temukan peralatan sederhana untuk membuat sabu berikut prekusor atau bahan untuk membuat serbuk haram sabu itu di rumaj tersebut," tandasnya. (Friman/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved