Apresiasi Capaian BPS Jatim Menuju WBBM, Wagub Emil Ungkap Pentingnya Data Penanganan Covid-19

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengapresiasi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim atas capaiannya menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melaya

istimewa
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat menghadiri Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Jalan Kendangsari, Surabaya, Selasa (19/5/2020) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengapresiasi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim atas capaiannya menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Apresiasi tersebut disampaikan karena dirinya menilai BPS Jatim memiliki komitmen yang sangat tinggi memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, utamanya dalam menyediakan data informasi.

Dalam penyediaan data informasi, lanjut Emil peran Badan Pusat Statistik (BPS) sangat menentukan dan menjadi rujukan Pemprov Jatim dalam menentukan maupun menetapkan kebijakan yang akan diambil, sebab data yang disajikan BPS sangat objektif, detail dan ilmiah.

Sehingga, Pemprov Jatim bisa mengkombinasikan sebelum menentukan kebijakannya agar tepat sasaran kepada masyarakat. 

Salah satu contoh, di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 seperti saat ini, Pemprov Jatim terus menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim untuk mendata masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial (Bansos) agar tidak terjadi tumpang tindih. 

Khofifah Turun Tangan dan Berikan Bantuan untuk 115 Warga Kedung Baruk dari Klaster Pabrik Rokok

BREAKING NEWS - Dokter di Surabaya Tutup Usia Gegara Corona, Istrinya Terinfeksi dan Kritis

Seminggu PSBB Tahap 2, Mall di Surabaya Malah Ramai, Pengunjung Berburu Kue Lebaran hingga Baju Baru

"Bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat diharapkan bisa tepat sasaran kepada penerima dan tidak terjadi tumpang tindih atau double penerima," kata Emil saat menghadiri Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Jalan Kendangsari, Surabaya, Selasa (19/5/2020).

Emil berharap, WBBM yang dicanangkan BPS Jatim dapat menempatkan proses layanan publik kepada semua elemen dalam melayani masyarakat. Tak hanya itu, Emil mengingatkan agar BPS Jatim bisa membuat chanel layanan kepada masyarakat. 

"Implementasi terhadap sistem IT sangatlah penting. Akan tetapi masyarakat juga harus diberikan ruang layanan dalam menyampaikan keluh kesah terhadap tingkat kepuasan informasi yang di dapat. Selamat berjuang semoga proses ini bisa tercapai dengan baik dan optimal sehingga WBBM bisa tercapai. Saya yakin jika nantinya WBBM bisa tercapai, BPS Jatim akan menjadi rujukan BPS di seluruh Indonesia," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan, pelaksanaan reformasi birokrasi di BPS sudah berjalan lebih dari 10 tahun.

Lembaga yang dipimpinnya, sebut Dadang, sudah mempunyai nilai inti dari setiap individu organisasi untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai profesional, integritas dan amanah (PIA). 

Dalam menuju WBBM, BPS Jatim telah banyak melalui tahapan perubahan. Mulai dari tata kelola,  akuntabilitas hingga proses layanan publik. Termasuk memperkuat layanan publik melalui Fokus Grup Discusion (FGD).

"Kita juga membuat layanan aplikasi diberbagai website,  statistik terpadu, termasuk layanan aplikasi yang bisa diunduh melalui android. Juga membuat survei terhadap kepuasan layanan dan inovasi. Kami berkomitmen merubah pelayanan fisik menjadi layanan online," pungkasnya. 

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved