Idulfitri 2020
Pemkot Kediri Keluarkan Maklumat yang Meminta Masyarakat Tak Gelar Salat Idulfitri Jamaah di Masjid
Pemkot Kediri resmi mengeluarkan maklumat yang meminta masyarakat tidak melaksanakan salat Idulfitri 1441 H berjamaah di lapangan atau masjid.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Didik Mashudi
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kota atau Pemkot Kediri resmi mengeluarkan maklumat yang meminta masyarakat tidak melaksanakan salat Idulfitri 1441 H berjamaah di lapangan atau masjid, Rabu (20/5/2020).
Selain itu, warga Kota Kediri juga diminta tidak melaksanakan halal bihalal saat Lebaran 1441 Hijriah.
Maklumat tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Kapolres Kediri Kota, AKBP Miko Indrayana, Kepala Staf Kodim 0809 Kediri, Mayor CZI Gatot Palwo Edi, perwakilan MUI Kota Kediri, Nur Ahid, perwakilan Kemenag Kota Kediri, Imron Rosadi, Ketua PD DMI Kota Kediri dan Ketua PCNU Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Jalil, serta Ketua PD Muhammadiyah Kota Kediri, Fauzan Saleh.
Maklumat tersebut berisi tujuh poin yang pada intinya melarang kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan.
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mengatakan kesepakatan ini dibuat untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.
"Selama ini budaya kita kalau Lebaran ramainya luar biasa. Biasanya silaturahmi datang ke rumah yang lebih tua untuk bersalam-salaman. Ini akan kita tiadakan. Karena di Kota Kediri banyak orang tanpa gejala (OTG) yang mereka ini menjadi carrier. Warga kita banyak yang sepuh. Ini yang akan kita jaga," ujarnya.
• Jalani Rapid Test Ulang, Dua Karyawan Golden Swalayan Kota Kediri Dinyatakan Nonreaktif Covid-19
• Tukang Becak Korban Laka Lantas di Kediri Mendapat Santunan Paket Sembako dari Polisi
Dijelaskan, banyak hal yang telah dilakukan Pemerintah Kota Kediri dalam penanganan Covid-19.
Selain memberikan edukasi dan mengobati, juga menyiapkan jaring pengaman sosial atau bantuan sosial bagi masyarakat Kota Kediri.
"Dari APBD Kota Kediri ada Kartu Sahabat. Kami bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim berupaya semaksimal mungkin dalam kurun waktu dua bulan terus mengadakan operasi, penyemprotan, penjagaan, sampai penutupan jalan di Kota Kediri yang dianggap ramai. Ini untuk mengendalikan paling tidak masyarakat tahu bahwa ini pandemi," jelasnya.
Diungkapkan Abdullah Abu Bakar, akan dibuat aturan pengetatan di Kota Kediri.
• Pemkot Blitar Salurkan Bonus Bantuan Rastrada dan Santunan Anak Yatim Piatu
• Kurva Corona Harus Melandai, IDI Surabaya Sebut New Normal Belum Tepat Dilakukan di Surabaya & Jatim
Seperti setiap warga harus menggunakan masker saat keluar rumah, harus sering mencuci tangan, dan harus menjaga jarak.
"Yang jelas perintah dari bapak presiden dan kesepakatan kita bersama. Pertama, kita akan edukasi masyarakat. Kedua, kita pasti akan mengobati masyarakat.
"Kita akan upayakan semaksimal mungkin, akan berikan keterangan kepada masyarakat secara gamblang," jelasnya.
Selain itu, ketiga, memberi makan kepada warga yang tidak mampu. Keempat, akan hidupkan ekonomi agar ekonomi berputar meskipun sedikit-sedikit.