Sepak Bola saat Wabah Virus Corona

Kriteria Dirut PT LIB yang Ideal Menurut Arema FC, Ruddy Widodo: Harus Sejalan dengan Federasi

Bicara soal kriteria Dirut PT LIB yang ideal, manajemen Arema FC berpendapat, dirut yang baru harus paham soal sepak bola.

wartakota.tribunnews.com
Logo PT LIB 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Arema FC memiliki pandangan soal kriteria Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru ( PT LIB ) yang ideal untuk menggantikan Mayjen TNI (Purn) Cucu Somantri.

Seperti diketahui sebelumnya, Cucu Somantri mengundurkan diri dari kursi Dirut PT LIB saat rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Senin (18/5/2020) lalu.

Selama menjabat, banyak isu soal hubungan antara petinggi PT LIB dengan Ketum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI ) yang kurang harmonis.

Bicara soal kriteria Dirut PT LIB yang ideal menurut Arema FC, manajemen Singo Edan berpendapat, dirut yang baru harus paham soal sepak bola.

"Kalau boleh saran, dirut (PT LIB) harus benar-benar orang profesional. Sejalan dengan federasi, dan dengan para pemegang saham," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, Kamis (21/5/2020).

Meski Hak Komersial Cair, Arema FC Masih Harus Putar Otak Cari Tambahan untuk Gaji Pemain & Official

Soal Kelanjutan Kompetisi Liga 1 2020, Dua Penggawa Persela Lamongan Pilih Ikuti Keputusan PSSI

Selain itu, Ruddy Widodo juga menyarakan agar dalam pemilihan Dirut PT LIB yang baru, juga diadakan proper test seperti saat PSSI memilih sekjen baru pengganti Ratu Tisha.

"Nanti yang dicalonkan harus proper test. Sekarang pemilihan sekjen saja digitukan, masak ini dirut tidak digitukan. Bila perlu pasang iklan di koran, TV, media sosial. Kalau komisaris itukan tidak hal yang teknis. Yang penting relationship dengan pemerintah, mungkin dengan aparat ataupun sponsor," ujarnya.

Tak hanya harus mencari dirut baru, PT LIB juga harus mencari komisaris baru karena Komisaris Utama PT LIB, Mayjen TNI (Purn) Son Hadji dan dua komisaris lainnya, yakni Hasani Abdul Gani dan Hakim Putratama, juga resmi mengundurkan diri.

Pesimistis Liga 1 2020 Berlanjut, Pelatih Kiper Persebaya Surabaya Sambut Wacana Turnamen Pengganti

Aremania Jadikan Pandemi Virus Corona yang Hentikan Liga 1 2020 untuk Introspeksi Diri

"Mudah-mudahan direksi yang baru seperti itu harapannya. Siapapun itu nanti, bisa sejalan dengan pemegang saham, federasi dan dia bisa menjual 18 klub dengan nilai yang tinggi," jelas Ruddy Widodo.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Dya Ayu
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved