Idul Fitri 2020

Momen Idul Fitri di saat Pandemi Covid-19, Warga Pamekasan Banyak Tak Toron, Bupati: Sangat Senang

Namun, karena perayaan Hari Raya Idul Fitri kali ini berbarengan dengan pandemi Covid-19, warga Pamekasan yang mungkin akan Toron, diprediksi sedikit.

TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Badrut Tamam 

TRIBUNMADURA.CO, PAMEKASAN - Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H tinggal menghitung hari.

Biasanya, dua hari jelang perayaan hari Raya Idul Fitri ini, warga Madura, khususnya masyarakat Kabupaten Pamekasan sudah banyak yang melakukan tradisi Toron atau pulang kampung.

Namun, karena perayaan Hari Raya Idul Fitri kali ini berbarengan dengan pandemi Covid-19, warga Pamekasan yang mungkin akan Toron, diprediksi sangat sedikit.

Kapolres Pamekasan Serahkan 450 Kg Zakat Fitrah pada Tukang Becak, Yatim Piatu hingga Fakir Miskin

Sehari Buang 100 Baju Hazmat, RSUD Pamekasan Pastikan Pembuangan APD Tenaga Medis Covid-19 Aman

Pasar Kolpajung Pamekasan Jadi Kluster Baru, Penjual Timun Positif, Pedagang Ikan PDP Meninggal

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, berdasar pemantauan dari tim Gugus Tugas Covid-19 dan Dishub setempat, arus volume kendaraan berplat luar daerah yang masuk ke Pamekasan jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2020 ini, sangat sedikit.

Kondisi itu, kata dia, menandakan banyak perantau atau pekerja asal Pamekasan yang bekerja di luar Madura tidak melakukan tradisi 'Toron' atau pulang kampung.

Ia mengaku senang sekaligus mengapresiasi, sebab para perantau dan pekerja yang bekerja di luar Madura tidak melakukan tradisi 'Toron' di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

"Kami sangat senang, karena volume kendaraan pemudik yang pulang kampung ke Pamekasan sangat sedikit," kata Baddrut Tamam kepada TribunMadura.com, Jumat (22/5/2020).

Bupati yang akrab disapa Ra Baddrut itu juga menjelaskan, saat ini, penyebaran virus corona semakin memuncak.

Ia menyarankan, masih adanya kondisi wabah virus corona ini, menjadi pilihan yang sangat tepat, bila para perantau atau pekerja yang bekerja di luar Madura tidak pulang kampung ke daerah asalnya.

Begitu pula, warga Pamekasan yang punya keluarga di luar Madura, juga sangat tepat bila tidak melakukan tradisi 'Toron' ke kampung keluarganya.

"Bila dibandingkan dengan Hari Raya Idul Fitri tahun lalu, jumlah volume arus kendaraan yang masuk ke Pamekasan sangat jauh persentasenya," ujarnya.

"Biasanya masa-masa sekarang ini kalau misal tidak ada wabah virus corona, mungkin sudah mulai banyak perantau dan pekerja yang Toron atau mudik. Tapi sekarang sangat sedikit sekali," ungkapnya.

Politisi Partai PKB itu juga berharap, kepada para perantau dan juga pekerja yang hendak berencana untuk Toron atau pulang kampung ke daerah asalnya, hendaknya ditahan dulu, sembari menunggu wabah virus corona berakhir.

Ia menyarankan, bila kangen ke keluarganya bisa berkomunikasi melalui via telepon atau video call.

"Tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak mudik atau melakuan tradisi Toron di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini akan membantu pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona," ucapnya.

"Mudah-mudahan tidak ada Klaster tambahan baru perihal penyebaran Covid-19 di Pamekasan yang disebabkan karena transmisi lokal," doanya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved