Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Virus Corona

Indonesia Belum Sampai Hadapi 'New Normal', Pakar Sebut Masyarakat Justru Hadapi Ketidakpastian Baru

Indonesia belum sampai hadapi 'new normal', pakar sebut masyarakat justru hadapi ketidakpastian baru, seperti apakah itu?

Editor: Alga W
TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Siswa SDN 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). 

TRIBUNJATIM.COM - Pemerintah belakangan mulai mengeluarkan pernyataan terkait new normal.

Pakar sosial dan politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Drajat Tri Kartono turut menanggapi hal ini.

Menurut Drajat, saat ini kondisi di Indonesia belum bisa sampai kepada new normal.

Justru, kata Drajat, Indonesia menghadapi sebuah ketidakpastian baru.

Tahun Ajaran Baru Mulai Juli 2020, Berikut 19 Panduan New Normal untuk Cegah Corona di Sekolah

"Kalau dikatakan new normal, kita belum bisa sampai kepada new normal."

"Saya lebih menyebut, kita masuk ke dalam ketidakpastian baru atau new uncertainty."

"Lebaran ini kita menghadapi ketidakpastian baru, bukan new normal," jelas Drajat kepada Tribunnews.com, Sabtu (23/5/2020).

Drajat menilai, ketidakpastian baru ini merupakan dampak dari pandemi virus Corona yang melanda Tanah Air.

Brasil Kini Jadi Episentrum Baru Pandemi Virus Corona, Presidennya Malah Meremehkan, Asyik Pesta BBQ

Pasalnya, akibat pandemi virus Corona, kestabilan ekonomi negara semakin membuat waspada.

Ada berbagai kemungkinan yang bisa terjadi jika negara menerapkan kebijakan new normal.

Terlebih, ada desas-desus yang mengatakan mulai Juni 2020, anak-anak sudah diizinkan untuk kembali bersekolah.

Drajat pun memberikan gambaran mengenai ketidakpastian yang akan dihadapi bangsa ini.

Klaster Baru Virus Corona Muncul di Jilin China setelah Wuhan, Ribuan Desa Langsung Dilockdown

"Karena Juni diminta masuk, bagaimana sistem tempat duduknya, karena tidak bisa duduk berdekatan."

"Apakah ruang kelas cukup? Kalau tidak cukup apakah bisa menambah kelas?"

"Kalau ditambah kelas nanti guru yang mengajar bagaimana?"

"Gajinya bagaimana, jadi saya lihat Indonesia dan dunia ini mengalami uncertainty," terang Drajat kepada Tribunnews.com melalui sambungan telepon.

Kondisi pasar saat corona
Kondisi pasar saat Corona (Kompas.com via Intisari)

Via Vallen Syok Rumah Didatangi Satpol PP setelah Adiknya Positif Corona, Ungkap Kekecewaannya

Drajat mengatakan, negara Indonesia kurang tegas mengambil kebijakan terkait wabah virus Corona.

Berbeda dengan negara sosialis dan komunis.

"Negara sosialis dan komunis berhasil mengendalikan Corona di negaranya, hal itu karena ketegasan dari negara," paparnya.

Adik Positif Corona, Via Vallen Pilu Tahu Pemicunya, Fakta Lain Terkuak: Yang Terpapar Lebih Banyak

Kendati demikian, Drajat tak menampik, ekonomi negara bisa sangat berdampak apabila mobilitas orang dibatasi.

Drajat pun memberi contoh, dampak ekonomi dari tutupnya 1 pabrik.

"1 pabrik berhenti saja kita kehilangan nilai pajak, penjualan, modal bank tidak berputar, dan kerugian karena berhenti berproduksi dan membayar karyawan."

"Itu baru 1 pabrik, belum toko-toko lain dan para hotel," jelas Drajat.

Syahrini Bangga Bingkisan Lebaran dari Mertua, Kado Ibu Reino Sampai Dibawa Kereta Khusus: Lovely

Drajat membenarkan, Lebaran yang dihadapi umat muslim saat ini dibarengi dengan kesulitan ekonomi yang tinggi.

"Kalau orang tidak boleh bepergian bagaimana, karena semua digerakkan oleh mobilitas orang," paparnya.

Oleh karena itu, Drajat menuturkan pemerintah harus segera menangani dampak ekonomi yang dihadapi bangsa akibat pandemi virus Corona.

"Kalau tidak ditangani, masalah ekonomi ini akan jadi masalah jangka panjang."

"Virus corona mungkin tidak akan hilang karena penyakit, tapi kalau krisis moneter terjadi itu menjadi masalah yang panjang."

"Bahkan bisa menganggu stabilitas politik," imbuh Drajat.

Petugas Satpol PP Kota Malang saat memberikan imbauan dan teguran kepada para pelaku usaha yang masih nekat buka pada saat penerapan PSBB di Kota Malang, Rabu (20/5/2020).
Petugas Satpol PP Kota Malang saat memberikan imbauan dan teguran kepada para pelaku usaha yang masih nekat buka pada saat penerapan PSBB di Kota Malang, Rabu (20/5/2020). (ISTIMEWA/Satpol PP Kota Malang)

Download Lagu MP3 Virus Corona Rhoma Irama versi Terbaru 2020, Rilis saat Pandemi Covid-19

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi mengatakan masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan Covid-19 agar tetap produktif.

Alasannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan meski kurva kasus positif Covid-19 menurun, virus Corona tidak akan hilang.

"Sekali lagi kita harus berdampingan hidup dengan Covid."

"Sekali lagi yang penting masyarakat produktif dan aman dari Covid," ujar Jokowi dalam pernyataan resminya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/5/2020), dikutip Tribunnews.com dari Youtube Kompas TV.

Download Lagu MP3 (Jangan Menjauh Dariku) Lagu Untuk Kamu Alyssa Dezek yang Viral di Tik Tok

Jokowi mengatakan, hidup berdampingan dengan Covid-19 sama dengan menyerah melawan penyakit tersebut.

Namun, ia menegaskan, berperang melawan Covid-19 tetap berlangsung dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat.

Pemerintah pun akan mengatur agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal secara bertahap.

"Kehidupan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini."

"Itu keniscayaan."

"Itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal," pungkasnya.

Download Lagu MP3 Play Date Melanie Martinez yang Viral di Tik Tok, Lengkap dengan Lirik

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pakar Sebut Indonesia Belum Sampai Hadapi New Normal: Kita Masuk ke Dalam Ketidakpastian Baru.

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved