Banjir Bandang Terjang Paciran Lamongan
BREAKING NEWS - Banjir Bandang Hantam Warga Nelayan Blimbing Paciran Lamongan
musibah banjir bandang, rata - rata ketinggian 1 meter lebih, akibat air laut pasang bersamaan hujan deras sekitar pukul 02.00 WIB, di Wilayah Kabupat
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pandemi virus Corona atau Covid-19 belum menurun. Klaster nelayan juga menjadi sasaran microba yang tidak tampak hingga ada beberapa orang di wilayah Pantura Lamongan Jawa Timur menderita positif.
Cobaan-pun menumpuk, masyarakat Kelurahan Blimbing di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan dilanda musibah banjir bandang, rata - rata ketinggian 1 meter lebih, akibat air laut pasang bersamaan hujan deras sekitar pukul 02.00 WIB, di Wilayah Kabupaten lamongan, Jawa Timur Selasa (26/5/2020).
Banjir bandang itu menerjang daerah padat penduduk di Kebonsari, Semangu dan Padek. Selain rumah warga, juga terdapat puluhan tempat ibadah, masjid , musholla, lembaga pendidikan seperti SMA Muhammadiyah serta Pasar Baru Blimbing juga tergenang.
Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Nurwchid didampingi Dewan Pembina Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI) Cabang Lamongan, Muchlisin Amar mengatakan, banjir bandang yang dialami warga Blimbing terjadi setiap tahun.
"Langganan, ketika air laut pasang terjadi banjir dan surutnya juga cukup lama, " katanya.
Praktis banjir bandang ini mengganggu aktifitas warga, tempat tempat ibadah ,masjid, musholla, tidak dapat digunakan untuk sementara.
Apalagi pasar yang biasanya cukup ramai, juga berhenti total. Banyak barang dagangan yang tidak bisa diselamatkan karena tenggelam.
"Kan kejadiannya masih suasana Idul Fitri, masih banyak toko di pasar yang tutup, " katanya kepada TribunJatim.com.
Banjir bahkan mulai dari Bongris, Kebonsari, Niaga 1 - 3, Semangu, Taruna, Kauman, Grenjeng dan Gowah.
Ratusan rumah di kelurahan ini masih terendam banjir yang bercampur lumpur. Pasalnya, air banjir tak bisa langsung surut karena kondisi air laut masih pasang.
Selain pemukiman warga, banjir ini juga merendam jalan raya pantura Lamongan.
"Sungai yang ada di sekitar perkampungan tidak bisa menampung air sehingga meluber hingga ke pemukiman warga," kata Mahfud, warga Blimbing lainnya.
• BREAKING NEWS - 2 Anak di Pasuruan Meninggal Terbakar di Dalam Mobil Orangtuanya
• Cuaca Terasa Panas, BMKG Imbau Masyarakat Tidak Cemas, Tanda Musim Kemarau Tiba
• PSBB Tahap Tiga di Sidoarjo, Maksimalkan Peran Desa
Sementara, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin mengatakan banjir yang terjadi di Kelurahan Blimbing ini karena tingginya intensitas hujan dan bersamaan air laut pasang sehingga air tidak bisa langsung turun ke laut.
"Kami saat ini sudah di lokasi," kata Muslimin kepada TribunJatim.com.
Saat ini masyarakat masih sibuk menyelematkan barang - barangnya. Datangnya air pada dini hari diakui warga membuat mereka tidak sempat untuk menyelamatkan barang - barangnya dari gelontoran air bah, akibat air laut pasang dan hujan deras.
Secara terpisah Kepala Dinas Perikanan Lamongan, Heru Widi yang juga Koordinator Percepatan Penanganan Covid -19 meminta agar masyarakat Blimbing yang notabanenya pekerja sebagai nelayan bersabar dalam menghadapi musibah banjir ini.
"Tetap disiplin mengikuti petunjuk pemerintah dalam menanggulangi pandemi virus Corona atau Covid-19 sampai saat ini, " katanya. (Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-lamongan-banjir-bandang-terjang-paciran-lamongan.jpg)