Breaking News:

PSBB Sidoarjo

PSBB Tahap Tiga di Sidoarjo, Maksimalkan Peran Desa

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap tiga di Kabupaten Sidoarjo resmi dimulai per hari ini, Selasa (26/5/2020) hingga 8 Juni 2020 mendatang.

Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/M TAUFIK
Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji dan beberapa pejabat usai rapat di Pendopo Sidoarjo, Selasa (12/5/2020) 

 
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap tiga di Kabupaten Sidoarjo resmi dimulai per hari ini, Selasa (26/5/2020) hingga 8 Juni 2020 mendatang.

Menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, penerapannya tidak jauh beda dengan PSBB tahap dua. Hanya saja, kali ini fungsi desa atau kelurahan lebih dikedepankan.

"Desa yang lebih berperan. Perangkat desa dibantu Babinkamtibmas dan Babinsa," kata Sumardji kepada Surya, Selasa siang.

Pembatasan bakal dioptimalkan di kampung-kampung dan kompleks perumahan. Termasuk penindakan terhadap warga yang melanggar, juga ditindak oleh aparat dan perangkat desa setempat.

"Penindakan atau sanksi dilakukan di desa. Dasarnya sama, Peraturan Bupati (Perbup) tentang PSBB," lanjut Sumardji.

Untuk memaksimalkan pembatasan di tingkat desa, polisi bersama TNI dan Satpol PP juga dimaksimalkan kinerjanya di desa-desa. Membantu dan memantau pelaksanaan PSBB kali ini.

Takut Adiknya yang Positif Covid-19 Dikucilkan, Via Vallen: Corona Bukan Aib, Begini Klarifikasinya

3 Pegawai Dispendukcapil Tulungagung Positif Covid-19 Versi Rapid Test, Kantor Tutup hingga 29 Mei

Warga Sidoarjo Naik Pikap Sembunyi di Balik Terpal Demi Ketemu Keluarga di Malang, Endingnya Gini

Artinya, kata kapolres, kegiatan-kegiatan penanganan PSBB yang sebelumnya tersentra di Polres dan Pemkab Sidoarjo, kali ini bergeser di desa-desa dan kelurahan.

Diharapkan, penguatan fungsi di tingkat desa bakal maksimal sehingga PSBB tahap tiga bisa lebih bagus hasilnya dibanding tahap dua dan tahap pertama lalu.

Diakui kapolres, pelaksanaan PSBB tahap dua memang jauh dari harapan. Bahkan terbilang tidak berhasil sama sekali.

"Indikasinya jelas, ada dua faktor utama ketidakberhasilan PSBB tahap dua. Yakni jumlah penyebaran virus Corona atau Covid-19
yang semakin banyak, dan kurang disiplinnya masyarakat," ujarnya.

Karena itu, pada PSBB tahap tiga ini yang menjadi PR besar adalah mendisiplinkan masyarakat. Agar mematuhi aturan yang ada, serta menjalankan protokol kesehatan.

"Dengan mengedepankan peran desa, diharapkan kedisiplinan masyarakat semakin bagus. Dan tentunya, agar sebaran virus Corona atau Covid-19 bisa terus ditekan," kata kapolres. (ufi/Tribunjatim.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved