Virus Corona
IGGI Minta Pemerintah Tak Gegabah Terapkan 'New Normal': Pondok Pesantren Perlu Perhatian Khusus
Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) soroti new normal, minta perhatian khusus untuk lingkungan pesantren: pemerintah jangan perhatikan satu sektor saja.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) meminta pemerintah tidak asal dan gegabah dalam menerapkan new normal life atau pola hidup normal baru di tengah wabah Corona ( Covid-19 )
Terutama perihal new normal di lingkungan pesantren.
"Pondok pesantren perlu mendapatkan perhatian khusus pemerintah agar dapat segera dibuka kembali dengan standar kesehatan era new normal," kata Ketua IGGI, KH Ahmad Fahrur Rozi, Rabu (27/5/2020).
• Buntut Prank Billy Rumah Olga Syahputra Dijual, Raffi Kecewakan Keluarga, Emosi Ayah Olga Membludak
• Tak Curiga dengan Obat Kuat Pemberian Selingkuhan, Pria Ini Berakhir Nahas, Luka Bakar di Bokong
Ahmad Fahrur Rozi berharap pemerintah bisa menyediakan fasilitas rapid test dan tenaga medis untuk membantu mengecek kesehatan semua santri yang kembali ke pondok pesantren jika new normal life mulai diterapkan.
Gus Fahrur, sapaan akrabnya berpendapat seharusnya pemerintah tidak hanya memperhatikan satu sektor saja seperti upaya ketahanan ekonomi.
Melainkan juga harus memikirkan dampak Covid-19 di bidang pendidikan, khususnya pada kelangsungan pendidikan pondok pesantren dan kegiatan keagamaan dalam menyongsong new normal life.
• Wali Kota Blitar Resmikan Kampung Tangguh, Ajak Warga Berperan Aktif Cegah Sebaran Covid-19
• Fakta Asli Dibalik VIRAL Halal Bihalal Praja IPDN Berjoget & Kumpul Kala Pandemi, Rektor Klarifikasi
"Kita meminta agar segera pesantren dapat dibuka kembali dan dimasukkan dalam skema pemerintah yang konon jumlah anggarannya mencapai Rp 350 Trilyun," kata Gus Fahrur.
"Kita berharap pemerintah memasukkan pondok pesantren dalam agenda tata laksana new normal yang dipersiapkan untuk masyarakat tersebut," lanjut Wakil Ketua PWNU Jatim ini.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Bululawang, Kabupaten Malang ini juga mendorong agar pemerintah bisa menjaga pasokan masker tetap tersedia sehingga mudah didapatkan dan bisa dibeli dengan harga yang murah.
Selain para santri membutuhkan masker di era new normal life, menurut Gus Fahrur masyarakat umum pun juga membutuhkan hal tersebut.
"Selain masker, di perlukan Pengadaan hand sanitizer dan sabun cuci tangan di semua tempat keramaian termasuk di pesantren atas subsidi pemerintah dalam rangka pencegahan penularan penyakit covid 19," pungkasnya.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Heftys Suud