Ketum GP Ansor Sebut Kasus Corona Bakal Meledak Jika New Normal Diterapkan Saat Ini: Belum Saatnya

Yaqut Cholil Qoumas Ketua GP Ansor menyebut kasus Covid-19 bakal meledak jika new normal diterapkan saat ini. Apa penyebabnya?

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, saat Ditemui di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Minggu (1/3/2020). 

Yaqut Cholil Qoumas Ketua GP Ansor menyebut kasus Covid-19 bakal meledak jika new normal diterapkan saat ini. Apa penyebabnya?

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA Ketua GP Ansor,  Yaqut Cholil Qoumas menyebut jumlah kasus Covid-19 bakal meningkat tinggi, jika pemerintah tetap menerapkan new normal pada saat data penyebaran virus belum melandai.

"Korban akibat Covid-19 akan bertambah, karena orang merasa sudah bebas beraktivitas kembali, bebas keluar rumah kembali, pasar dibuka, mall dibuka, sekolah mulai memasukan anak didiknya kembali," tutur Yaqut dalam diskusi virtual, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Menurut Yaqut, ada tiga hal yang harus diperhatikan pemerintah sebelum menerapkan new normal atau tatanan hidup baru di tengah pandemi Covid-19.

Sebelum Covid-19 Masuk ke Indonesia, Ilmuwan Pernah Ungkap 3 Skenario untuk Akhiri Corona, Efektif?

"Kalau pandangan saya secara pribadi, new normal bisa terjadi kalau trend penambahan kasus baru semakin kecil, artinya ada otoritas yang menyatakan penambahan kasus semakin kecil," papar Yaqut.

Kedua, kata Yaqut, data pasien Covid-19 yang sembuh semakin banyak.

"Tiga, penyebaran Covid-19 harus mampu dikendalikan dengan tes, tracing dan isolasi. Ini harus ada jaminan dan kalau tiga hal ini tidak bisa diberikan, maka new normal tidak berdampak apa-apa selain menambah buruk situasi," ujar Yaqut.

"Sekarang belum saatnya new normal. Saya kira pemerintah harus konsentrasi ke hal terkait kesehatan rakyatnya dulu," sambungnya.

Editor: Januar AS
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved