Virus Corona di Pasuruan

Pemkab Pasuruan Siapkan Desa Kebal Covid-19 Menjelang 'New Normal'

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur sudah menyiapkan Desa Keluarga Berdaya Lawan (Kebal) Covid-19

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
SURYA.CO.ID/GALIH LINTARTIKA
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf (Gus Irsyad), Senin (13/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur sudah menyiapkan Desa Keluarga Berdaya Lawan (Kebal) Covid-19 menjelang penerapan kebijakan pemerintah pusat terkait new normal.

Pembentukan Desa Kebal Covid-19 ini bertujuan untuk mendorong semangat gotong royong yang tumbuh dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat dalam melawan virus Corona atau Covid-19.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengatakan, Desa Kebal Covid-19 adalah desa yang siap dan tangguh dalam menjaga seluruh warga dari berbagai permasalahan akibat dampak Pandemi. Baik dalam hal kesehatan, keamanan dan kenyamanan, hingga social ekonomi.

“Intinya adalah kegotong royongan semua lapisan masyarakat di desa. Dan itu semuanya dimulai dari keluarga sebagai bagian terkecil dari masyarakat,” kata Irsyad, Kamis (28/05/2020) sore.

Rencananya, setiap satu kecamatan memiliki dua desa sebagai Pioneer (perintis) desa kebal Covid-19. Sukses tidaknya penerapan Desa Covid-19 ini tergantung dari komitmen seluruh satgas (satuan tugas) yang terlibat dalam upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19 di desa.

Copa America Ditunda Akibat Pandemi Covid-19, Lionel Messi Langsung Sedih: Aku Terpukul

Bupati Tulungagung Sebut Penutupan Jalan Siang Hari untuk Tekan Penyebaran Covid-19 Berlebihan

Aisyahrani Ekspos Tingkah Suami & Reino Barack di Rumah Bu Cetar, Buset, Syahrini: Terima Aja Rani

"Satgas Kesehatan (petugas kesehatan hingga relawan), Satgas Keamanan (Hansip, Linmas, Banser), hingga Satgas Sosial Ekonomi menjadi kunci keberhasilan semuanya," kata Gus Irsyad, sapaan akrab Bupati Pasuruan.

Dia menjelaskan, semua harus jalan, kompak dan tidak ada rasa iri atau kecemburuan dalam bentuk apapun. Sama-sama bertekad untuk menjaga desa masing-masing agar terhindar dari Covid-19. Kalaupun ada warga yang menjadi terdampak virus Corona atau Covid-19, jangan dikucilkan.

Untuk Satgas Kesehatan, setiap petugas maupun relawan harus intens mengawasi setiap warga yang terindikasi Covid-19, sehingga bisa diatasi dengan gerak cepat dan tak terlambat.

Begitu pula dengan Satgas Keamanan yang ikut andil dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, mengingatkan setiap warga yang terlihat di luar rumah agar senantiasa mentaati anjuran pemerintah, seperti physical and social dictancing, memakai masker dan aturan lainnya.

Juga dengan Satgas ekonomi dan social yang harus bisa melakukan berbagai cara agar warganya survive dan mandiri selama pandemic berlangsung.

“Saya ambil contoh yang sangat sederhana. Dulu ada yang Namanya jimpitan beras. Yakni setiap warga mengumpulkan beras satu gelas setiap hari. Kalau ditelateni bakal jadi banyak dan berguna untuk warga yang lagi kesusahan menghadapi Covid-19,” jelasnya kepada TribunJatim.com.

Selain Satgas, peran penting Ketua RT dan Ketua RW dalam menggerakkan seluruh warga dalam menerapkan New Normal, sangat dibutuhkan. Ini semata-mata untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari Covid-19.

“Kemampuan RT dan RW dalam implementasi di lapangan juga harus jalan. Kemampuan upaya pencegahan, edukasi, kewaspadaan social and physical distancing juga harus jalan. Kalau sudah jalan, maka untuk menciptakan keluarga yang berdaya melawan Covid, juga pasti berhasil,” tegas orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan ini.

Sebagai bentuk persiapan, saat ini Pemkab Pasuruan sudah hampir selesai dalam melakukan pendataan terhadap desa-desa di Kabupaten Pasuruan yang siap dijadikan sebagai Desa Kebal Covid-19.

Untuk mendukung pembentukan Desa Kebal Covid-19 ini, setiap OPD diharapkan dapat menindaklanjuti dengan melakukan reorientasi program dan kegiatan yang belum dilakukan.

Kata Irsyad, semua OPD punya peran dalam mendukung pembentukan Desa Kebal Covid-19, dan menselaraskan dengan jargon-jargon pelayanan public seperti Pelasan (Pelatihan Santri), Perwira (perempuan wirausaha) dan jargon lainnya.

“Semuanya tetap dilakukan dengan cara sesuai dengan kondisi pandemic. Misalnya pelatihan santri secara online, atau perwira keluarga dengan memberikan dukungan stimulant dari pemerintah,” ucapnya kepada Suara Pasuruan.

Dalam hal anggaran, Pemkab Pasuruan akan melakukan evaluasi dan pengkajian dalam sisi aturan pemerintah tentang BTT (Biaya Tidak Terduga) maupun Dana Desa (DD).

“Sekarang masih kita format. Seluruh OPD harus menyiapkan program kongkrit, kemudian kita integrasikan dengan kampung Tangguh yang digagas oleh Polri. Tujuannya hanya satu, kita semuanya menjadi tangguh dan siap menuju tatana kehidupan baru yang dinamakan NEW NORMAL,” pungkas dia. (lih)ni/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved